Sumber: http://www.seociyus.com/2013/02/kode-javascript-dan-html-sederhana-buat-di-blog.html#ixzz4FohENZc0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Follow us: @SEOCiyus on Twitter

Selasa, 15 Mei 2012

Temukan 300 zak raskin tak layak konsumsi, Markus Nari Berang

Salah seorang Anggota DPR RI asal Dapil 3 Sulsel, Ir, Markus Nari, Selasa 8 Mei kemarin naik pitam karena dirinya menemukan 300 sak atau 4,5 ton beras raskin dengan kualitas tak layak konsumsi di Gudang Bulog Toraja. Kemarahan Markus Nari cukup beralasan. Sebab, apa yang diperjuangkan di pusat terkait peningkatakan kualitas beras raskin secara nasional, berbanding terbalik dengan penyelenggaraan di tanah kelahirannya. Sehubungan dengan temuan ini, Markus Nari mengatakan akan disampaikan langsung ke Dirut Perum Bulog di Jakarta. "Ini akan saya sampaikan langsung. Juga akan menjadi evaluasi Perum Bulog secara nasional nantinya," ujarnya. Ditambahkannya, jika nantinya ada masyarakat yang mendapatkan kualitas beras raskin tidak layak konsumsi segera laporkan ke pemerintah setempat. Juga bisa dilaporkan langsung melalui kader Golkar kemudian diteruskan ke dirinya. "Masyarakat harus terlibat dalam pengawasan secara langsung. Karena jika hal seperti ini dibiarkan, akan merugikan masyarakat. Jadi, kalau ada yang menerima raskin dengan kualitas jelek, segera sampaikan ke saya," tuturnya. Sementara itu, Hamid Madjid, Wakil Kepala Sub Divre (Wakasubdivre) Bulog Palopo, membenarkan adanya penemuan beras yang kualitas tak layak konsumsi di Gudang Bulog Toraja itu. Dirinya mengatakan kalau beras sebanyak itu belum disalurkan ke masyarakat. "Memang benar, ada ditemukan beras berkualitas jelek itu. Tapi itu belum disalurkan. Kami juga berjanji tidak akan menyalurkan raskin dengan kualitas jelek ke masyarakat secara umum di Tana Toraja dan Luwu Raya," tuturnya. pihak Sub Divre Bulog menjamin Raskin sebanyak 300 sak itu tidak akan disalurkan ke masyarakat. Sebab, sebelum menyalurkan raskin, pihaknya terlebih dulu menyeleksi dan meneliti standar beras. "Kami berjanji, beras itu tidak akan disalurkan ke masyarakat. Juga menjamin penyaluran kualitas raskin di Toraja dan Luwu Raya tidak akan ada yang kualitasnya rendah," katanya.

4 komentar:

  1. Hi, Nice post! Would you please consider adding a link to my website on your page. Please email me back.

    Thanks!

    Harry
    harry.roger10@gmail.com

    BalasHapus
  2. Gan tukar link sudah di pasang di sidebar blog ..

    http://dyan-seller.blogspot.com/

    link back yoo .
    salam .!!

    BalasHapus
  3. kasihan rakyat kecil...sudah miskin ..malahan diberikan jatah raskin yang tak layak dikonsumsi...siapa yang harus bertanggung jawab dalam hal ini

    BalasHapus
  4. beras raskin di toraja memang agak sulit dikendalikan. soalnya proses distribusinya dipegang sepenuhnya oleh aparat desa.

    BalasHapus

Terima Kasih telah berkunjung ke Toraja Update.
Silahkan tinggalkan Komentar Anda...!!!

KOMENTAR TERBARU

Subscribe

Masukkan Alamat E-mail Anda:

Delivered by Toraja Update