Sumber: http://www.seociyus.com/2013/02/kode-javascript-dan-html-sederhana-buat-di-blog.html#ixzz4FohENZc0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Follow us: @SEOCiyus on Twitter

Kamis, 19 Januari 2012

Lagi, pemerkosaan di angkot

Kejahatan pemerkosaan di angkutan umum ternyata tidak hanya terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya, namun di daerah juga. Kali ini korbannya bocah SD.

Pemerkosaan ini terjadi di wilayah hukum Polres Tana Toraja. Seorang sopir angkot jurusan Rantepao-pasar Bolu, Robianus Gama (28), tega memperkosa Kor (6), yang masih duduk di kelas 1 salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Rantepao.

Informasi yang diperoleh di Mapolres Tana Toraja, peristiwa pemerkosaan itu bermula saat korban pulang sekolah dan menunggu angkutan umum di depan Lapangan Bakti Kota Rantepao, sekira pukul 13.00 Wita, Rabu (18/1/2012).

Tidak berselang lama, angkot nomor polisi DD 1804 AI yang dikemudikan pelaku menghampiri korban. Pelaku kemudian membawa korban yang duduk di kursi depan berkeliling Pasar Bolu sekitar setengah jam lamanya. Korban kemudian dibawa di daerah Pasele, Kecamatan Rantepao dan langsung diperkosa oleh pelaku sebanyak satu kali di atas angkot.

Usai melampiaskan nafsu birahinya, pelaku lalu meninggalkan korban seorang diri dan menuju rumah pemilik angkot untuk mengembalikan angkot yang direntalnya. Korban yang ditinggalkan pelaku dengan kondisi lemas berusaha meminta tolong kepada warga setempat.

Korban pun akhirnya ditolong oleh warga dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Elim Rantepao karena mengalami pendarahan dan sempat tidak sadarkan diri.

Sementara pelaku pemerkosaan berhasil diringkus aparat Polres Tana Toraja di sekitar Kota Rantepao sekira pukul 17.00 wita. Pelaku langsung diamankan di Mapoles Tana Toraja. Polisi juga mengamankan satu unit angkot DD 1804 AI sebagai barang bukti.

“Pelaku sudah kami amankan di Mapolres Tana Toraja dan sudah ditetapkan sebagai tersangka pemerkosaan anak di bawah umur,” ungkap Kapolres Tana Toraja, AKBP Yudi AB Sinlaeloe saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Mapoles Tana Toraja, Kamis (19/1/2012).

Kapolres membenarkan korban pemerkosaan saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Elim Kota Rantepao. Korban juga sudah sadarkan diri setelah sempat pingsan tapi masih terlihat trauma dengan peristiwa yang baru saja dialaminya.

Robianus Gama, pelaku pemerkosaan sudah menjadi target opeasi (TO) dan masuk dalam daftar pencaharian orang (DPO) Polres Tana Toraja.

Pelaku sebelumnya sudah menjadi tersangka dalam kasus pemerkosaan di wilayah hukum Polres Tana Toraja pada beberapa bulan lalu. Saat menjalani pemeriksaan, pelaku menderita penyakit usus buntu dan harus dirawat di rumah sakit untuk menjalani operasi.

Saat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Derah (RSUD) Lakipadada, tersangka berhasil melarikan diri. “Kasus pemerkosaan yang dilakukan tersangka sudah P21. Tapi, tersangka yang akan menjalani operasi di rumah sakit berhasil kabur saat pengawasan anggota polisi lengah,” ujar Kapolres.

Perwira menengah Polri itu meminta pihak keluarga korban pemerkosaan untuk bersabar dan menyerahkan penanganan kasus tersebut ke polisi. Dia berjanji, polisi akan transparan dalam menangani kasus yang telah menimpa korban, dan akan memproses terasangka sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pihaknya juga berharap, keluarga korban bisa menahan diri dan tidak melakukan hal-hal yang mudah disusupi provokator untuk mengacaukan situasi kamtibnas di wilayah hukum Polres Tana Toraja.

“Sejak peristiwa pemerkosaan itu terjadi, tersebar isu yang sifatnya ingin mengadu domba. Kami berharap, semua pihak tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini ke polisi. Kami berjanji kasus ini akan ditangani sesuai dengan prosedur yang ada,” tegas Kapolres.

Sementara itu, salah satu kerabat korban, Indo Ruruk (57), meminta pelaku pemerkosaan dijatuhi hukuman berat atas perbuatannya teradap korban yang masih di bawah umur.


Sumber : http://m.sindonews.com/read/2012/01/19/447/559954/lagi-pemerkosaan-di-angkot

1 komentar:

  1. berharap semoga penegak hukum , polisi, jaksa dan hakim berpihak kepada para korban

    BalasHapus

Terima Kasih telah berkunjung ke Toraja Update.
Silahkan tinggalkan Komentar Anda...!!!

KOMENTAR TERBARU

Subscribe

Masukkan Alamat E-mail Anda:

Delivered by Toraja Update