Sumber: http://www.seociyus.com/2013/02/kode-javascript-dan-html-sederhana-buat-di-blog.html#ixzz4FohENZc0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Follow us: @SEOCiyus on Twitter

Sabtu, 31 Desember 2011

LOVELY DECEMBER-Masih Terkendala Transportasi dan Akomodasi

Sejumlah penari memepersembahkan tari Pagellu pada Festival Budaya Toraja Lovely December 2011, di Rantepao, Toraja Utara, kemarin.

MAKASSAR– Lovely December resmi ditutup dengan pesta kembang api di Rantepao, Toraja Utara, tadi malam. Kembang api yang menelan anggaran ratusan juta rupiah itu diluncurkan dari ketinggian di Bukit Singki, dekat proyek pembangunan Salib Raksasa, yang saat masih dalam tahap perampungan. Peluncuran kembang api ini diklaim tertinggi di Asia. Namun, dibalik kemegahan ini sejumlah kendala masih terjadi dalam pelaksanaan Lovely December setelah kali ketiga dilaksanakan di daerah ini.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sarana transportasi masih menjadi kendala dalam pelaksanaan event Desember yang kali ketiga dilaksanakan ini. Karena itu, kata dia, salah satu proyek yang kini sedang digenjot pembangunannya adalah Bandara Pontiku di Makale Kabupaten Tana Toraja. “Jika bandara sudah selesai, wisatawan akan semakin banyak yang berkunjung ke Toraja.

Wisatawan mancane-gara bisa langsung ke Toraja dan tidak perlu singgah di Makassar,” kata Syahrul saat puncak Lovely December 2011 di Lapangan Sepakbola Kodim 1414 Rantepao,kemarin. Menurut Syahrul,pihaknya sudah membicarakan dengan pihak Changi Airport dan Pataya soal langkah awal rencana penerbangan ke Toraja, “Setelah ada airport di Toraja, wisatawan akan mengalir ke Toraja, baik dari Malaysia, Singapura dan Hongkong,”ujarnya.

Selain masalah transportasi, sarana penunjang lainnya yakni penginapan belum memadai untuk menampung semua wisatawan baik mancanegara maupun wisatawan nusantara. Sepanjang Lovely December ini semua kamar hotel di Tana Toraja dan Toraja Utara terisi penuh. Syahrul menyarankan kepada masyarakat di daerah ini turut serta menyediakan sarana penginapan bagi wisatawan dengan home stay.

“Tidak perlu banyak hotel berbintang. Kita bisa memberdayakan masyarakat dengan home staysehingga program pariwisata bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar mantan bupati Gowa dua periode ini. Kepala Dinas Pariwisata Sulsel Suaib Mallombasi mengakui, Lovely December 2011 ini masih dalam bentuk simulasi. Pelaksanaan tahun ini, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi untuk tahun depan yang lebih semarak.

Dia menjelaskan infrastruktur wisata masih sangat memprihatinkan, antara lain, akses jalan dari Makassar- Toraja yang belum rampung.“ Jalur transportasi Makassar- Toraja belum baik. Selain itu, belum ada penerbangan dari luar. Kalau promosi akan terus kita lakukan melalui brosur maupun event baik di dalam mapun di luar negeri,” katanya. Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung mengatakan,ke depan bukan hanya budaya yang dijual kepada wisatawan namun dikembangkan pada wisata alam.

Dia mengatakan, Tana Toraja memiliki keindahan alam yang tak ada duanya di dunia. “Konsep wisata alam yang memiliki potensi dan ini yang akan dikembangkan ke depan,”katanya. Pantauan SINDOdi Tana Toraja dan Toraja Utara sepanjang pelaksanaan Lovely December ini,sejumlah ruas jalan di pusat ibu kota dipenuhi kendaraan mobil dan sepeda motor. Bahkan,SPBU di dua kabupaten bertetangga ini mengalami kekurangan stok bahan bakar jenis bensin. Siang kemarin, puncak Lovely December di Lapangan Sepakbola Kodim 1414 Rantepao berlangsung meriah.

Ribuan warga menyaksikan sejumlah atraksi budaya dipertunjukkan antara lain tari massal,permainan rakyat sisambak lidi, karnaval budaya,atraksi musik bambu, dan pemeran pembangunan. Gubernur Syahrul dan beberapa tamu penting lainnya sempat ikut dalam tari massal. Hadir pula artis ibu kota Bela Safira, dan artis KDI yang menghibur hadirin.

Selain Gubernur Sulsel, tamu penting lainnya antara lain, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Mayjen Pol Gories Mere,Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Muhammad Nizam, Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Wainal Usman, anggota DPR RI Markus Nari, dan beberapa bupati dan wali kota se Sulsel. Selain itu, hadir pula Wakil Duta Besar Jerman untuk Indonesia Bidang Ekonomi Heidrun Tempel,serta Staf Ahli Bidang Multikultural Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hari Untoro Drajat.

Seluruh rangkaian Lovely December 2011 ditutup dengan pesta kembang api yang diperkirakan menghabiskan anggaran ratusan juta hingga Rp1 miliar. Sehari sebelumnya, di Makale, Tana Toraja,ribuan warga juga berkumpul untuk menyaksikan pesta kembang api. Warga memenuhi jalan-jalan di ibu kota kabupaten ini.

Selama enam menit kembang api diluncurkan dari Gereja Manggasa Makale Tanah Toraja membuat langit bumi Lakipadada bermandi cahaya. Informasi yang diterima SINDO, anggaran yang digunakan untuk pesta kembang api ini mencapai Rp500 juta. Bupati Tanah Toraja Theofilus Allorerung mengakui,dana yang dibutuhkan untuk pesta kembang api tersebut ratusan juta.“Tapi,saya rasa tidak sampai Rp500 juta,”kata dia.

IOF Ambil Bagian

Ratusan kendaraan jeep dari Indonesia Off Road Federation (IOF) Sulsel melakukan touring dari Makassar tiba di Makale.Rombongan ini dipimpin oleh Ketua Umum IOF yang juga Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang. Dalam rombongan juga diikuti oleh Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Wainal Usman.

Agus Arifin Nu’mang mengatakan, sedikitnya 204 kendaraan jeep yang touring dari Makassar melewati jalan nasional untuk menyemarakkan Lovely December 2011.“Sudah lama saya membawa sendiri mobil di jarak jauh seperti ini,” ujar Agus. Selain rombongan dari Makassar, IOF Luwu yang dipimpin Bupati Luwu,Andi Mudzakkar juga membawa rombongan yang cukup banyak. “Kalau dari Luwu ada 70 motor ATV, dan 21 mobil. Kami berangkat dari Belopa,”kata dia.

Sumber : http://www.seputar-indonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah berkunjung ke Toraja Update.
Silahkan tinggalkan Komentar Anda...!!!

KOMENTAR TERBARU

Subscribe

Masukkan Alamat E-mail Anda:

Delivered by Toraja Update