Sumber: http://www.seociyus.com/2013/02/kode-javascript-dan-html-sederhana-buat-di-blog.html#ixzz4FohENZc0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Follow us: @SEOCiyus on Twitter

Kamis, 03 November 2011

Pariwisata Toraja butuh Pengelolaan terpadu

Banyak orang memahami dampak berganda dari kunjungan wisman, tetapi suka jalan sendiri-sendiri dalam pengembangannya. Oleh karenanya, Tim Destination Management Organizations (DMO) Cluster Toraja menyelenggarakan Pendampingan Pengembangan Pariwisata yang digelar pada hari kamis (3/11/2011), di hotel Pantan Makale.

hadir dalam pertemuan ini di antaranya kalangan ahli, praktisi, akademisi, pejabat pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, Asosiasi, dan tokoh masyarakat yang terlibat langsung dalam DMO. DMO merupakan pola pengelolaan atau manajemen sebuah kawasan wisata melalui keterlibatan seluruh pemangku kepentingan mulai masyarakat, pengusaha, sampai pemerintah daerah dan pusat dengan menggunakan pola partisipatif dengan sasaran memberikan benefit kepada semua pihak.

Destination Management Organization (DMO) adalah sebuah program pengelolaan destinasi secara terpadu, bottom up dan mengutamakan ownership (kepemilikan) dari para pemangku kepentingan. Di dalam DMO ini, masyarakat dan pemangku kepentingan akan dilibatkan seluas-luasnya. Selain itu juga mengintegrasikan fungsi-fungsi yang ada pada seluruh pemangku kepentingan.

Di dalam DMO juga terdapat kerjasama dan menampung aspirasi dari pemangku kepentingan. Selanjutnya, akan dilakukan perbaikan secara terus menerus dan memperhatikan pelestarian serta aspek-aspek lingkungan, budaya, dan masyarakat.

Tim DMO Cluster Toraja diketuai oleh Bapak Setiawan - Kasubdit Iklim Investasi, Direktorat Usaha Pariwisata, dengan anggota tim Ir. Ina Herliana Koswara, MSc dari Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan (P-P2Par) ITB Bandung sebagai tenaga ahli tim, serta Undhan S dan Stella Veronika sebagai anggota tim.

Kendala yang dialami oleh Destination Management Organization (DMO) adalah masih belum adanya kesamaan visi dan misi dari masyarakat setempat untuk mengelola destinasi bersama.

DMO memang ilmu baru di kalangan industri pariwisata di Tanah Air. Begitu pula bagi pengelola destinasi wisata di luar negeri. Intinya sekadar punya daya tarik saja tidak cukup. Destinasi wisata harus di kelola, ditata dan dipublikasikan secara profesional

Upaya mewujudkan Destination Management Organization (DMO) yang ideal dibutuhkan koordinasi lintas sektoral dan komitmen tinggi dari masyarakat.

Gelar pertemuan yang diprakarsai oleh Tim Destination Management Organizations (DMO) cluster Toraja ini, membahas berbagai masalah terkait pariwisata di kedua kabupaten, Toraja Utara dan Tana Toraja.

Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan keterpaduan dan kualitas pengelolaan destinasi dalam kegiatan "destination management system" melalui konsep DMO. Kegiatan ini juga untuk menyusun pola pembentukan dan pengembangan, menyusun indikator, kriteria dan model pengembangan, serta pengelolaan destinasi melalui konsep DMO.

1 komentar:

  1. salam tana Toraja.. tampilkan keeksotisanmu pada dunia.. :)

    BalasHapus

Terima Kasih telah berkunjung ke Toraja Update.
Silahkan tinggalkan Komentar Anda...!!!

KOMENTAR TERBARU

Subscribe

Masukkan Alamat E-mail Anda:

Delivered by Toraja Update