Sumber: http://www.seociyus.com/2013/02/kode-javascript-dan-html-sederhana-buat-di-blog.html#ixzz4FohENZc0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Follow us: @SEOCiyus on Twitter

Rabu, 05 Oktober 2011

Terdakwa Dituntut 15 Tahun Penjara

Kasus Pembunuhan di Café Singapura Rantetayo

Ilustrasi
Sidang kasus pembunuhan di Café Singapura Rantetayo, Tana Toraja, Senin (3/10), digelar di Pengadilan Negeri (PN) Makale.

Sidang mendudukkan Stevanus Palinggi alias Sonda, sebagai terdakwa. Sidang dipimpin majelis Barmen Sinurat (ketua) dan Donal Everly Malubaya dan Rudy Gunawan (anggota).

Sidang tersebut mendengarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Makale, Wahyudi Kareba.

Dalam tuntutannya, JPU menuntut terdakwa Stevanus Palinggil alias Sonda selama 15 tahun penjara. Ia dinilai terbukti melakukan pembunuhan atas Manan yang meninggal di RS Lakipadada, dan Rony yang menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar, serta Rocky yang selamat dari maut.
Kasus itu berawal dari rebutan mike karaoke di saat komplotan pemuda dari beberapa kampung sedang mabuk.
Kelompok Stevanus Palinggi tersinggung karena gilirannya menyumbangkan lagu, namun diambilalih oleh kelompok korban Rony. Situasi dalam arena karaoke berubah menjadi gaduh, bahkan terjadi adu jotos.
Pada malam kejadin, berbekal sebilah badik, tanpa berpikir panjang, Stevanus langsung menusuk korban Manan dari arah belakang. Korbanpun langsung tersungkur bersimbah darah.
Sementara rekannya, korban Roni dan Rocky juga terkena tusukan di tempat lain dalam wilayah Café Singapura. Diduga penusukan dilakukan bukan hanya satu orang.
Namun selama proses persidangan, hanya terdakwa Stevanus Palinggi yang dihadirkan, sementara pelaku yang lain tidak terseret dari pihak penyidik.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, JPU menuntut terdakwa Stevanus Palinggi selama 15 tahun penjara. Dia dinilai terbukti melanggar pasal 338 dan 354 ayat 2 KUHP, serta UU Darurat pasal 2 ayat 1.
Penasehat Hukum terdakwa Stevanus Palinggi, Timotius Pamaru Allokaraeng, saat dikonfirmasi menjelaskan, tuntutan JPU kepada kliennya selama 15 tahun penjara perlu dicermati, sehingga akan dijawab di pleidoi pada lanjutan sidang, Senin (10/9).

Menurut Pamaru, fakta yang terungkap dalam persidangan, berupa keterangan saksi Rocky yang selamat dari maut, tidak yakin kalau pembunuhan di Café Singapura Rantetayo hanya satu orang.
Buktinya, dirinya Rocky (Red) ditusuk di luar Café hampir bersamaan dengan korban Manan dan Rony yang tertusuk dalam areal cafe. "Kami meminta penyidik mengungkap pelaku yang lain. Jangan hanya kliennya yang menjadi korban," harap Pamaru.


Sumber : beritakotamakassar.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah berkunjung ke Toraja Update.
Silahkan tinggalkan Komentar Anda...!!!

KOMENTAR TERBARU

Subscribe

Masukkan Alamat E-mail Anda:

Delivered by Toraja Update