Sumber: http://www.seociyus.com/2013/02/kode-javascript-dan-html-sederhana-buat-di-blog.html#ixzz4FohENZc0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Follow us: @SEOCiyus on Twitter

Minggu, 25 September 2011

Bom Meledak di Gereja, 1 Tewas, 14 Luka

Ilustrasi
Ledakan bom kembali terjadi. Peristiwa ledakan yang diduga aksi bunuh diri itu terjadi di Gereja Kepunton, di Jalan Arif Rahman Hakim, Solo, Jawa Tengah. Akibatnya, 1 tewas dan 14 orang lainnya mengalami luka.

Kapolres Solo, Kombes Listyo Sigit Prabowo mengatakan bom meledak usai jemaat melakukan ibada kebaktian kedua sekitar pukul 11.00 WIB. Kala itu kata dia, jemaat sudah keluar dari gereja. "Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti. Kami (juga) sudah memasang garis polisi," kata Listyo, Minggu (25/9).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Djihartono mengatakan orang yang tewas diduga kuat tersangka yang melakukan bom bunuh diri. Menurutnya, bom yang meledak diikat dibadannya.

"Berdasarkan pemeriksaan saksi dan olah TKP (tempat kejadian perkara) dugaan kuat tersangka. (Bom) diikatkan di pinggangnya," katanya.

Djihartono menjelaskan wajah tersangka dalam keadaan utuh, sehingga dipastikan pelaku bom bunuh diri adalah laki-laki. "Kami belum bisa memastikan berapa umurnya. Beri kami waktu untuk melakukan penyelidikan untuk melakukan identifikasi," tukasnya.

Melalui Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan HAM, Djoko Suyanto menegaskan bahwa aksi bom bunuh diri atas alasan apapun tidak bisa dibenarkan. ‘’Pemerintah mengutuk keras tindakan peledakan bom di Gereja Kepunton, Solo. Apapun alasannya tindakan itu tidak bisa dibenarkan,’’ tegas Djoko kepada wartawan di Jakarta.

Djoko pun meminta jajaran Mabes Polri dibantu masyarakat untuk bersama-sama membongkar siapa pelaku tindakan keji tersebut. Bahkan Djoko meyakini, aksi bom bunuh diri yang bukan pertama kali terjadi ini, tidak dilakukan secara perorangan namun juga memiliki jaringan. ‘’Aparat harus segera mencari dan menemukan pelaku. Juga harus menemukan jaringannya,’’ tegas Djoko.

Hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti berapa korban luka-luka akibat aksi bom bunuh diri tunggal tersebut. Info terbaru menyebutkan, ada puluhan menderita luka berat akibat terkena serpihan bom. Para korban adalah jemaat gereja yang baru saja melaksanakan ibadah. Polisi telah memberikan police line di lokasi kejadian hingga radius 500 meter dari titik ledakan.


Sumber :JPPN.Com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah berkunjung ke Toraja Update.
Silahkan tinggalkan Komentar Anda...!!!

KOMENTAR TERBARU

Subscribe

Masukkan Alamat E-mail Anda:

Delivered by Toraja Update