Sumber: http://www.seociyus.com/2013/02/kode-javascript-dan-html-sederhana-buat-di-blog.html#ixzz4FohENZc0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Follow us: @SEOCiyus on Twitter

Jumat, 02 September 2011

600 Ha Hutan Buntu Mapongka Terbakar

Diperkirakan sekitar 600 hektare (Ha) hutan di Buntu Mapongka, Kelurahan Tampo, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja hangus terbakar.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Tana Toraja Harris Paridi menyatakan, kebakaran hutan di Buntu Mapongka yang terjadi sejak Senin Malam (29/8). Luas hutan Buntu Mapongka yang terbakar diperkirakan mencapai 600 hektare dan tersebar di lima desa. Pihaknya pun sudah menurunkan tim untuk melakukan upaya pencegahan dan pemadaman titik api yang masih menyala agar tidak meluas.

Lambat laun, kobaran api mulai mereda. “Masih ada titik-titik api kecil yang masih menyala di kawasan hutan Desa Piri. Kawasan hutan yang terbakar tampak kehitaman,” katanya, kemarin. Dia mengatakan, pihaknya belum mengetahui persis penyebab kebakaran di kawasan hutan Buntu Mapongka. Memasuki musim kemarau, kawasan hutan di Buntu Mapongka rawan kebakaran.Apalagi hutan ini sebagian besar ditumbuhi pohon pinus dan semak belukar yang mati sehingga mudah terbakar jika ada orang yang membuang puntung rokok sembarangan.

“Saat kemarau, banyak pohon kayu dan ilalang di kawasan hutan yang kering,sehingga mudah terbakar. Kalau hutan sudah terbakar api sulit dikendalikan karena lokasinya yang terjal,”paparnya. Informasi yang dihimpun SINDO, embusan angin kencang dan medan yang terjal membuat upaya pemadaman sulit dilakukan.Sebagian besar kawasan hutan yang terbakar berada di lokasi pembangunan bandara baru bertaraf internasional yang masih dalam tahap pembebasan lahan. Satu unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi kebakaran tidak mampu memadamkan titik-titik api yang makin meluas.

Petugas pemadam kebakaran dan polisi kehutanan dibantu warga hanya berjaga-jaga di sekitar jalan mengantisipasi agar api tidak menjalar ke pemukiman warga. “Hingga saat ini penyebab kebakaran belum diketahui. Diduga, kebakaran disebabkan musim kemarau yang berkepanjangan,” ujar Ketua Rukun Tetangga (RT) Getengan Kelurahan Tampo,Nataniel Sapu. Menurut Nataniel, api sulit dipadamkan karena banyaknya titik-titik api yang tersebar dalam kawasan hutan.Akibatnya, api dengan cepat menjalar sampai ke lima desa,yaitu Desa Tampo, Rantekalua, Marinding, Tampo Simbuang,dan Piri.

Apalagi, lokasi hutan yang terbakar berada di lereng gunung Mapongka yang cukup terjal sulit dipadamkan. Beruntung, api tidak merambat ke pemukiman warga yang hanya berjarak radius lima ratus meter dari kawasan hutan Buntu Mapongka.Nataniel mengakui ,kebakaran hutan di sekitar Buntu Mapongka juga pernah terjadi pada 2009. “Tidak ada korban jiwa maupun rumah warga yang terbakar dalam peristiwa ini. Kebakaran hutan di sekitar Buntu Mapongka sudah terjadi beberapa kali saat musim kemarau tiba,”katanya.


Sumber : http://www.seputar-indonesia.com

2 komentar:

  1. harus cepat ditanggulangi dan dicegah agar tidak terulang lagi bila ingin toraja tetap memiliki cuaca dan iklim yang sejuk sehat dan hijau :)

    BalasHapus
  2. ya tu to male bang sumpun tanete, to la mang ongko padang iya, tantu mi tandai vang mo to' siulu' sola nasang. Apara tu to kehutanan na ma' tumpak are bangri yong liu kantoro' la

    BalasHapus

Terima Kasih telah berkunjung ke Toraja Update.
Silahkan tinggalkan Komentar Anda...!!!

KOMENTAR TERBARU

Subscribe

Masukkan Alamat E-mail Anda:

Delivered by Toraja Update