Sumber: http://www.seociyus.com/2013/02/kode-javascript-dan-html-sederhana-buat-di-blog.html#ixzz4FohENZc0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Follow us: @SEOCiyus on Twitter

Selasa, 27 September 2011

PPGT Hermon Manggasa' Gelar Pertandingan Futsal

Sebanyak 27 Tim akan mengikuti berbagai laga pertandingan Futsal yang diselenggarakan Pengurus PPGT Jemaat Hermon Manggasa', Makale. Selain dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober mendatang, Penyelenggaraan Pertandingan ini juga dalam rangka mengimplementasikan salah satau program Kerja Pengurus PPGT Jemaat Hermon Manggasa'.

Ketua Panitia, Nataniel Mesra, dalam laporannya, menyampaikan bahwa Tujuan dari pada dilaksanakannya kegiatan ini adalah dalam rangka membina persatuan dan persaudaraan antara pemuda Kristen di Tana Toraja.

"Piala dan menjadi juara bukanlah tujuan utama dari pada penyelenggaraan pertandingan ini, namun lebih dari pada itu, bagaimana kita dapat membina dan mempererat persatuan dan persaudaraan diantara kita sekalian"Kata Nataniel.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga sekretariat kabupaten Tana Toraja, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dalam sambutannya sebelum membuka secara resmi kegiatan ini mengingatkan bahwa janganlah kita, khususnya para pemuda, mudah terprovokasi dan terpancing untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum.

"Seperti yang kita ketahui, beberapa hari yang lalu terjadi pemboman Gereja di Solo, yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tindakan tersebut merupakan tindakan yang terkutuk. Diharapkan kepada kita sekalian, khususnya para pemuda agar dapat mengendalikan diri dan tidak mudah terpancing sehubungan dengan adanya kegiatan tersebut." Kata Kabid Pemuda dan Olahraga sekretariat kabupaten Tana Toraja.

Pertandingan Futsal ini direncanakan akan berakhir pada tanggal 28 Oktober 2011, yang bertepatan dengan perayaan Hari Sumpah Pemuda.
READ MORE - PPGT Hermon Manggasa' Gelar Pertandingan Futsal

Minggu, 25 September 2011

Bom Meledak di Gereja, 1 Tewas, 14 Luka

Ilustrasi
Ledakan bom kembali terjadi. Peristiwa ledakan yang diduga aksi bunuh diri itu terjadi di Gereja Kepunton, di Jalan Arif Rahman Hakim, Solo, Jawa Tengah. Akibatnya, 1 tewas dan 14 orang lainnya mengalami luka.

Kapolres Solo, Kombes Listyo Sigit Prabowo mengatakan bom meledak usai jemaat melakukan ibada kebaktian kedua sekitar pukul 11.00 WIB. Kala itu kata dia, jemaat sudah keluar dari gereja. "Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti. Kami (juga) sudah memasang garis polisi," kata Listyo, Minggu (25/9).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Djihartono mengatakan orang yang tewas diduga kuat tersangka yang melakukan bom bunuh diri. Menurutnya, bom yang meledak diikat dibadannya.

"Berdasarkan pemeriksaan saksi dan olah TKP (tempat kejadian perkara) dugaan kuat tersangka. (Bom) diikatkan di pinggangnya," katanya.

Djihartono menjelaskan wajah tersangka dalam keadaan utuh, sehingga dipastikan pelaku bom bunuh diri adalah laki-laki. "Kami belum bisa memastikan berapa umurnya. Beri kami waktu untuk melakukan penyelidikan untuk melakukan identifikasi," tukasnya.

Melalui Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan HAM, Djoko Suyanto menegaskan bahwa aksi bom bunuh diri atas alasan apapun tidak bisa dibenarkan. ‘’Pemerintah mengutuk keras tindakan peledakan bom di Gereja Kepunton, Solo. Apapun alasannya tindakan itu tidak bisa dibenarkan,’’ tegas Djoko kepada wartawan di Jakarta.

Djoko pun meminta jajaran Mabes Polri dibantu masyarakat untuk bersama-sama membongkar siapa pelaku tindakan keji tersebut. Bahkan Djoko meyakini, aksi bom bunuh diri yang bukan pertama kali terjadi ini, tidak dilakukan secara perorangan namun juga memiliki jaringan. ‘’Aparat harus segera mencari dan menemukan pelaku. Juga harus menemukan jaringannya,’’ tegas Djoko.

Hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti berapa korban luka-luka akibat aksi bom bunuh diri tunggal tersebut. Info terbaru menyebutkan, ada puluhan menderita luka berat akibat terkena serpihan bom. Para korban adalah jemaat gereja yang baru saja melaksanakan ibadah. Polisi telah memberikan police line di lokasi kejadian hingga radius 500 meter dari titik ledakan.


Sumber :JPPN.Com
READ MORE - Bom Meledak di Gereja, 1 Tewas, 14 Luka

Bupati Sorring Khawatirkan Ikan Berformalin

Ilustrasi
Bupati Toraja Utara, Frederik Batti Sorring, menghawatirkan ikan-ikan yang dipasok dari Palopo dan daerah luar lainnya berformalin.

Kekhawatiran itu diungkapkan Bupati Sorring di hadapan sejumlah aktifis LSM, kemarin. "Kalau bisa LSM mengambil peran di sini. Jangan sampai ikan yangkita konsumsi justru merusak kesehatan kita," ujar Sorring.
Sementara itu, Direktur Toraja Riset Institut (TRI), Agustinus Avelino, mengaku, pernah melakukan survei kecil-kecilan terhadap tingkat
konsumsi ikan warga Toraja Utara.
"Tingkat konsumsi ikan warga Toraja terbilang cukup tinggi. Hal ini terbukti dengan hadirnya setiap pagi puluhan penjual ikan dengan
kendaraan roda dua yang rata-rata membawa 50 kg ikan." ujar Agustinus.
Survei TRI ini belum termasuk pemasok ikan yang menggunakan mobil setiap harinya.


Sumber :BKM-Online
READ MORE - Bupati Sorring Khawatirkan Ikan Berformalin

Sabtu, 24 September 2011

Akper Toraya akan laksanakan Wisuda ke -9

Jika tidak ada aral melintang, Akper Toraya kembali akan melaksanakan wisuda terhadap 74 mahasiswa/i-nya pada hari Jumat (30/9), di Hotel Puri Artha, Makale.

Wisuda yang rencananya akan dihadiri pula oleh Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, SE ini merupakan wisuda yang ke-9.

Sebelumnya, ke 74 wisudawan tersebut akan dilantik di Makassar oleh Gubernur Sulawesi Selatan pada hari sabtu ini (24/9). Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr. Muh Basri Wello dan para pejabat Akper Toraya lainnya akan ikut menyaksikan pelantikan para wisudawan tersebut oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo.

ke 74 wisudawan tersebut akan menjadi wisudawan terakhir yang menggunakan ijasah dari Kementrian Kesehatan RI. Wisudawan Akper Toraya berikutnya sudah akan menggunakan ijazah yang berasal dari Yayasan. Hal ini setelah beralihnya status Akper Toraya menjadi Pendidikan Tinggi (Dikti) dan sudah terakreditasi dari Badan Akreditas Nasional Perguran Tinggi (Bank PT) Jakarta.
READ MORE - Akper Toraya akan laksanakan Wisuda ke -9

Selasa, 20 September 2011

Satgas Pembebasan Lahan bandara Toraja Mengundurkan Diri

Pembebasan lahan Bandara Udara (Bandara) Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, tidak kunjung selesai. Hal itu terjadi karena banyaknya protes yang diterima Tim 9 dan DPRD Tana Toraja, pada hearing atau Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi I dengan Tim 9 pekan lalu.

Dalam RDP tersebut terungkap beberapa persoalan yang menjadi penghambat proses pembebasan lahan bandara.

Panitia Tim 9 dan Satuan Tugas (Satgas) yangbertanggungjawab penuh dalam pembebasan lahan bandara seluas 140 ha itu, kini telah membayar kepada pemilik lahan sekitar Rp 20.535.150.000. Sedangkan sisanya seluas 51 ha ditunda karena masih ada permasalahan internal antara ahli waris sebesar Rp14.587.907.330.

Satgas yang beranggotakan sebanyak 146 orang yang merupakan perwakilan dari semua unsur telah bekerja selama enam bulan dengan honor Rp2,7 juta.

Meskipun masa tugasnya belum selesai, namun satu persatu diantara mereka mulai mengundurkan diri. Sikap itu diambil karena banyaknya masalah yang terjadi.

Salah seorang yang sudah resmi melayangkan surat pengunduran diri kepada Tim 9 pada 10 September 2011 lalu adalah Laurel Andi Lolo, perwakilan tokoh masyarakat.

Ditemui BKM di Makale, Sabtu (17/9), Laurel Andi Lolo, menjelaskan, Surat Keputusan (SK) pengangkatan dirinya sebagai salah satu anggota satgas, baru diterimanya pada 9 September 2011, usai hearing dengan Komisi I DPRD Tana Toraja.

Diakui Laurel Andilolo, keputusannya mengundurkan diri dari keanggotaan Satgas diambil setelah mendengar beberapa keterangan yang berkembang selama hearing. Dia nilai ada sejumlah kejanggalan.

Selain proses ganti rugi yang dinilainya tidak sesuai peta yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN), yang ditandatangani oleh Kepala BPN Tana Toraja, juga ada ganti rugi tanah yang diterima oleh warga yang bukan berhak menerimanya.

Demikian pula soal terjadinya pemalsuan tanda tangan pemilik lahan, maupun proses pembayaran yang dinilai bertentangan dengan Peraturan Presiden No 36 tahun 2005.

Ketua Tim 9 yang juga Sekkab Tana Toraja, Enos Karoma, ketika dikonfirmasi melalui ponselnya, justru mengaku, kaget mendengar informasi pengunduran diri anggota Satgas. Soalnya, menurut dia, masa tugasnya belum selesai.

Meskipun salah seorang anggota Satgas perwakilan tokoh masyarakat mengundurkan diri, lanjut Enos Karoma, dia berharap tidak berimplikasi terhadap keberadaan anggota Satgas lainnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, besarnya biaya ganti rugi lahan permeter untuk tanah kering bersertifikat sebesar Rp25.000 permeter, sedangkan nonsertifikat Rp21.390.

Sementara untuk tanah basah bersertifikat seluas 180 mater bujursangkar nilainya Rp40.250.000, nonsertifikat Rp35.000. Jumlah itu sudah termasuk biaya pelepasan hak 1,5 persen, dengan total biaya pembebasan bandar udara Rp 38 miliar lebih.

Bahkan, ahli waris Puang Mengkendek telah mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Makale, terkait kasus kepemilikan lahan di Pitu Lombok Pitu Tanete, yang masuk kawasan lahan bandara.


sumber : BKM-Online
READ MORE - Satgas Pembebasan Lahan bandara Toraja Mengundurkan Diri

Kamis, 15 September 2011

AMTAK Lapor Panitia Sembilan ke Kejari Makale

MAKALE – Aliansi Masyarakat Toraja Anti-Korupsi (AMTAK) resmi melaporkan dugaan korupsi pembayaran ganti rugi pembebasan lahan lokasi pembangunan bandara bertaraf internasional di Kabupaten Tana Toraja ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Makale, kemarin.

Dugaan korupsi yang ditengarai melibatkan panitia sembilan pengadaan tanah lokasi pembangunan bandara, dilaporkan langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) AMTAK,Daniel Bemba. Laporan itu diterima Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Makale Adrianus Y Tomana.

Salah satu dugaan tindak pidana korupsi yang dilaporkan AMTAK,pada 1 Desember 2010, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) TanaToraja membentuk satuan tugas (satgas) dan sekretariat panitia pengadaan tanah dengan nomor putusan 3709/XII/2010 dengan jumlah anggota satgas 146 orang. Padahal, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 65/2006, dalam kegiatan pengadaan tanah SK diterbitkan bupati.

“Adanya keputusan yang ditandatangani sekretaris kabupaten diduga akan menimbulkan kerugian negara Rp394.200.000 untuk membayar honor 146 anggota satgas selama enam bulan.Setiap satgas mendapat honor Rp450.000 per bulan dengan masa kerja selama enam bulan,” ungkap Sekjen AMTAK Daniel Bemba ditemui di Kejari Makae,kemarin.

Selain itu, AMTAK melaporkan rakban dalame sepanjang 25 meter pada areal sekitar sawah diduga sebagai dasar menggelapkan tanah adat. Rakban Dalame dalam bahasa adat Toraja hanya sanglolo tallang (diperkirakan sepanjang enam meter). Istilah rakban dalame hanya dikenal saat pengelolaan sawah untuk melindungi dari hama penyakit dan tidak dikenal dalam transaksi tanah.

Namun, dalam proses pembebasan lahan lokasi pembangunan bandara,rakban dalame bagian dari sawah ikut mendapat pembayaran ganti rugi. Dari hasil investigasi AMTAK, areal rakban dalame yang mendapat ganti rugi seluas 40 hektare “Besarnya ganti rugi untuk satu hektare rakban dalame sekitar Rp220 juta.

Dengan begitu ada indikasi kerugian negara sekitar Rp9 miliar,”kata Daniel Bemba. Kasi Pidsus Kejari Makale Adrianus Y Tomana mengatakan, laporan dugaan korupsi pembayaran ganti rugi pengadaan lokasi pembangunan bandara yang dilaporkan AMTAK segera disampaikan kepada Kepala Kejari Makale. “Laporan itu akan lebih dulu kami laporkan ke pimpinan. Kebetulan, hari ini (kemarin), Kajari tidak masuk kerja karena sakit,”tandasnya.

Sumber : sindo
READ MORE - AMTAK Lapor Panitia Sembilan ke Kejari Makale

Selasa, 13 September 2011

3 Langkah Strategis atasi kemiskinan di Tana Toraja

Visi Pemkab Tana Toraja yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2015, yaitu Mewujudkan masyarakat Tana Toraja yang Mandiri, khususnya penanggulangan multidimensi kemiskinan yang berkelanjutan. Olehnya itu untuk mewujudkan visi tersebut diperlukan akses pelayanan perbaikan hidup masyarakat yang lebih baik.

Menurut Data dari Biro Pusat Statistik Kab. Tana Toraja, jumlah masyarakat miskin di tana Toraja mencapai 20.961 KK yang tersebar di 19 kecamatan. Pemkab Tana Toraja terus berupaya untuk mengentaskannya.

Setiap bulan, pemerintah menyalurkan raskin sekitar 314.415 kilogram untuk 20.961 KK. Sebuah jumlah yang tidak sedikit.

Enos Karoma, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Tana Toraja, mengatakan bahwa pemerintah Tana Toraja memiliki strategi khusus untuk mengentaskan kemiskinan di daerah yang terkenal dengan wisata budayanya ini.

Menurut Enos, ada tiga strategi yang aka diterapkan untuk mengentaskan kemiskinan yang sampai sekarang belum dapat diselesaikan ini.

Ketiga strategi itu adalah, memaksimalkan spirit otonomi daerah untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya prakarsa lokal dalam proses pembangunan.

Kemudian mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik (good govermance), dan memberikan power kepada masyarakat untuk meningkatkan kemampuan, maupun pemberian tanggungjawab serta keterlibatan secara profesional dalam pembangunan (people empowerment).

"dalam merumuskan dan merealisasikan program yang direncanakan, pihak swasta dan pihak-pihak yang lain harus dilibatkan dalam menanggulangi kemiskinan," jelas Enos.
READ MORE - 3 Langkah Strategis atasi kemiskinan di Tana Toraja

Nikmatnya Kopi Asal Toraja

BUKAN zamannya lagi meeting di kantor ataupun ngerumpi di rumah. Tempat tersebut sudah terganti oleh kehadiran kedai kopi di mal. Seperti Tator Coffee Boutique yang tak pernah sepi pengunjung.

Zaman sekarang, kegiatan meeting pekerjaan maupun gathering, arisan, bahkan ngerumpi sekali pun, sudah dialihkan ke kedai kopi atau restoran yang ada di pusat pertokoan. Pemandangan ini yang SINDO temukan di Tator Coffee Boutique yang berada di lower groundSenayan City, Jakarta. Tator yang merupakan singkatan dari Tanah Toraja, memang mengandalkan kopi asal Toraja yang kenikmatannya sudah terdengar hingga ke mancanegara.

Jadi, tak heran jika di area kafe yang mampu menampung sekitar 30 orang itu dipenuhi oleh beberapa orang ekspatriat dari berbagai negara. Menurut Operational Manager Tator Coffee Boutique Karel Wilhelmus, Toraja diakui sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik dibandingkan daerah lain yang ada di Indonesia.

“Mungkin struktur tanah dan iklim di Toraja yang menjadikan daerah ini bagus untuk produksi kopi,” ujar Karel.

Ditambahkan Karel, aroma kopi asal Toraja lebih harum dengan kualitas kopi yang sudah tidak perlu diragukan lagi. Kalau Anda mampir ke sini, jangan membayangkan bakal menemukan penyajian kopi dengan cara yang biasa. Tator Coffee Boutique memang menetapkan harga yang cukup tinggi untuk kopinya. Meski demikian, percayalah, it’s worth it. Sebab, gerai kopi ini bukan hanya memberikan secangkir kopi.

Lebih dari itu, pengalaman dalam menyeduh dan menyeruput kopi itulah yang ditawarkan. Saat SINDO memesan kopi lanang, kopi arabika itu disajikan di hadapan tamu dengan alat yang bernama syphon. Coffee maker ini tersusun dari sepasang labu kaca berukuran kecil yang dapat disusun atas dan bawah pada sebuah penyangga dari baja stainless. Labu yang berada di bagian atas disebut upper, sementara yang bagian bawah lower.

Terdapat pula sebuah kompor kecil berbahan bakar spiritus untuk memanaskan air yang dituang di labu lower. Bubuk kopi Toraja yang hendak disajikan untuk tamu dituang di labu upper. Takarannya bergantung permintaan. Kalau tidak ingin terlalu kental, bisa memilih takaran reguler. Sementara yang ingin sedikit lebih kental, tersedia pilihan medium strong.

Selanjutnya, kompor kecil akan memanaskan air pada labu lower sampai air terserap ke atas menuju labu upper yang bakal melarutkan bubuk kopi.

Pemanasan akan dihentikan saat air di labu lower habis terserap. Larutan kopi dan air di labu upper pun akan bergerak turun ke labu lower sebagai larutan yang telah tersaring. Nah, pada saat itu, terciumlah aroma harum kopi dari alat ini yang langsung membangkitkan selera.

Untuk menyajikan ke dalam cangkir, ada teknik tersendiri pula.Larutan kopi di labu dituang ke dalam cangkir dengan memberi jarak yang cukup jauh antara kedua wadah saat penuangan.

Gunanya agar aroma kopi Toraja yang khas itu bisa keluar dan menyebar. Selanjutnya terserah tamu jika ingin menambahkan rasa manis. Ada pula racikan kopi lebih ringan dengan bahan dasar kopi robusta yang diberi nama tator house blend.

Di dalamnya tersedia berbagai pilihan, seperti black coffee dengan takaran reguler atau medium strong. Penikmat coffee mix juga bisa memuaskan selera dengan pilihan tator ice coffee, hasil campuran kopi, susu, dan gula yang diaduk menjadi satu.

Cappucino, cafe latte dan mocca coffee juga hadir sebagai pilihan kopi yang menyajikan rasa serta campuran kopi impor yang khas. Tak ketinggalan kopi luwak. Harga untuk secangkir kopi ini sebesar Rp274.000. Hmm… relatif mahal ya? Kopi luwak ini sudah tersedia dalam bentuk sachet. Ketika tamu memesan, kemasan sachet-nya digunting di hadapan tamu untuk selanjutnya diolah dengan alat bernama brikka pot. Prosesnya memakan waktu lima menit.

Kalau tidak ingin atau tidak suka minum kopi, pengunjung dapat memilih aneka minuman teh, mulai es teh biasa, teh hijau, jasmine tea, sampai teh rasa buah-buahan. Jus, soft drink, hingga milkshake aneka rasa, bisa menjadi pilihan.

Sembari menikmati kopi, enaknya ditemani kudapan. Tator cukup banyak menghadirkan camilan, dari yang manis hingga asin.Yang terkenal adalah singkong garlic.

Jangan sepelekan makanan rakyat yang satu ini. Sebab, dengan racikan ala Tator, kudapan ini justru sangat diminati oleh kalangan ekspatriat. Ada juga chicken rolls, tahu isi, avocado chocolate tart, serta aneka croissant, quiches, sandwich, dan salad. Tator mencoba pula membawa suasana tanah Toraja ke butik kopi ini.

Terlihat dari para staf wanitanya yang mengenakan baju adat Toraja. Kehadiran berbagai ukiran Toraja juga tampak di gerai ini, sehingga memberikan kesan seperti di daerah tersebut. Sambil menyeruput kopi, kita bisa melihat lalu-lalang pengunjung di Senayan City. Kalau ingin membaca, disediakan beberapa majalah yang boleh dibaca di tempat. Wah, semakin betah berlama-lama nih

Sumber : http://www.okefood.com
READ MORE - Nikmatnya Kopi Asal Toraja

Minggu, 11 September 2011

BUPATI BUKA MUSCAB IV PEMUDA PANCASILA TANA TORAJA

Musyawarah Cabang (Muscab) IV Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Tana Toraja secara resmi dibuka oleh Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, SE, di Hotel Pantan Makale Sabtu (10/9).

mengawali acara pembukaan pada kegiatan empat tahunan Pemuda Pancasila Tana Toraja ini, panitia menampilkan tarian Pa' gellu yang merupakan tarian menyambut kedatangan para undangan.

Selain diikuti pengurus dan kader PP dari 19 kecamatan, Muscab IV ini juga dihadiri Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PP Sulsel Diza Rasyid Ali, SEKUM PP Sulsel - Asikin, Bupati Tana Toraja - Theofilus Allorerung, Ketua DPRD Tana Toraja - Wellem Sambolangi, SE, serta beberapa tokoh pemuda dan tokoh-tokoh masyarakat Tana Toraja

Ketua Panitia MUSCAB IV, Ferryanto Bellopadang dalam laporannya, mengatakan, Muscab IV Pemuda Pancasila Tana Toraja ini akan diikuti 19 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila se-Tana Toraja yang telah di defenitifkan oleh pemegang mandat Ferdy Manurung Tanduklangi', SE, MSi. Setiap PAC mengutus 3 orang, dimana 1 orang sebagai utusan, dan 2 orang sebagai peninjau. Walau demikian, menurut Ryan, pemegang hak suara hanyalah 1 orang. Selain PAC sebagai pemegang hak suara, MPW Provinsi Sulawesi Selatan dan MPC.

Dalam pandangan umum PAC-PAC, dari 19 PAC yang mendapatkan kesempatan menyampaikan pandangan umumnya, 14 PAC dengan suara bulat mengharapkan Pemuda Pancasila yang selama 1 periode dianggap mati suri, mengharapkan agar pemegang mandat Ferdy Manurung Tanduklangi', SE, MSi memimpin Organisasi ini untuk periode empat tahun mendatang. Sehingga dengan demikian secara aklamasi Ferdy Manurung Tanduklangi', SE, MSi ditetapkan menjadi ketua MPC Pemuda Pancasila Tana Toraja Periode 2011 - 2015.
READ MORE - BUPATI BUKA MUSCAB IV PEMUDA PANCASILA TANA TORAJA

Selasa, 06 September 2011

Setelah 3 tahun menunggu, akhirnya 3 SMK di Toraja dapat Izin Operasional

Dunia pendidikan Tana Toraja kini semakin diramaikan dengan terbitnya izin operasional terhadap tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, masing-masing SMK Kesehatan Siloam Makale, SMK Kesehatan Asrini, dan SMK Teknologi Dewantara Rembon. Sebenarnya Tiga sekolah Menengah Kejuruan tersebut telah menggelar proses belajar-mengajar sejak tahun 2009 hanya dengan bermodalkan Surat Rekomendasi tentang Pendirian Sekolah yang diterbitkan Dinas Pendidikan Tana Toraja.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Nasional Tana Toraja, Daud Sampe Urang, beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa verifikasi terhadap tiga SMK yang belum memiliki izin operasional telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Tana Toraja bersama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel. Dan hasil dari pada verifikasi tersebut menyatakan bahwa ketiga SMK tersebut layak diberikan izin operasional.

“Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel bersama dengan Dinas Pendidikan Nasional Tana Toraja telah melakukan verifikasi terhadap ke tiga Sekolah Menengah Kejuruan tersebut (SMK) tersebut dan hasilnya cukup memuaskan, mereka layak untuk mendapat izin operasional,” kata Daud.
READ MORE - Setelah 3 tahun menunggu, akhirnya 3 SMK di Toraja dapat Izin Operasional

Senin, 05 September 2011

Pelayanan Publik Tak Maksimal

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tana Toraja kembali mendesak Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung segera mengisi jabatan pimpinan SKPD yang sudah lama lowong.


Lowongnya jabatan pemimpin pada sejumlah SKPD tersebut dinilai berdampak langsung pada pelayanan publik. Pelayanan kepada masyarakat dinilai tidak maksimal. SKPD setingkat eselon II yang saat ini dijabat pelaksana tugas (plt), yakni Dinas Pendidikan, Dinas Pertambangan dan Energi,Sekretaris Dewan (Sekwan), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD),Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, dan Asisten III Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum.

Legislator Partai RepublikaN Andarias P Buttutasik mengatakan,DPRD Tana Toraja sudah berkali-kali meminta Bupati segera melantik pejabat definitif. Namun, hal itu tidak kunjung dilakukan. Bahkan, pimpinan SKPD yang lowong terus bertambah menyusul sejumlah pejabat sudah memasuki masa pensiun.

“Ada kesan jabatan kepala SKPD setingkat eselon II dibiarkan lowong karena sampai saat ini belum diisi pejabat definitif. Kalau dalam waktu dekat belum ada mutasi, SKPD yang lowong di Tana Toraja akan terus bertambah karena ada pejabat yang akan pensiun,” ungkapnya di Makale, kemarin. joni lembang

Sumber : Harian Seputar Indonesia
READ MORE - Pelayanan Publik Tak Maksimal

Minggu, 04 September 2011

Enos Karoma melakukan sidak hari pertama masuk kerja.

Hari pertama masuk kerja setelah libur hari raya idul fitri 1432 H diisi oleh Sekkab Tana Toraja Enos Karoma dengan melakukan Inspeks Mendadak (Sidak) di sejumlah kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Inpseksi mendadak ini dilakukan Enos bersama-sama dengan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, Pelatihan Daerah (BKPPD) Kab. Tana Toraja, Very Bitticaca.

Dalam melakukan sidak ini, Sekkab, Enos Karoma, mengendari sebuah sepeda motor. dan dalam sidak ini ditemukan masih banyak PNS yang bolos di hari pertama masuk kerja usai libur bersama.

Enos mengatakan bahwa hasil dari Inspeksi mendadak ini akan diserahkan ke Bupati Tana Toraja untuk diambil tindakan tegas bagi PNS yang membolos pada hari pertama masuk kerja tersebut.

Sementara itu, Kepala BKPPD Tana Toraja, Very Bitticaca, mengatakan bahwa PNS yang membolos itu tidak mendapatkan izin dari pimpinannya masing-masing.

"Para PNS yang membolos itu akan diberikan sanksi." Kata Very.
READ MORE - Enos Karoma melakukan sidak hari pertama masuk kerja.

Jumat, 02 September 2011

Pemkab Minta Tambahan Anggaran Pembangunan Bandara Baru

Ilustrasi

Pemerintah kabupaten Tana Toraja akan mengajukan tambahan anggaran pada anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) tahun 2011 untuk membayar ganti rugi lahan lokasi pembangunan bandara di Kecamatan Mengkendek. Besarnya tambahan anggaran yang akan diminta Rp8 miliar.
Kepala badan pendapatan, pengelolah keuangan dan asset daerah (DPPKAD) Tana Toraja, Meyer Dengen, yang ditemui beberapa waktu lalu, menyatakan tambahan anggaran ini dibutuhkan pemerintah karena berdasarkan perhitungan dana yang tersedia dalam APBD induk tahun 2011 belum mencukupi untuk membayar ganti rugi lahan bandara.
“Setelah kita hitung-hitung kembali ternyata anggaran yang kita sediakan pada APBD induk tidak cukup. Kita berharap pemerintah provinsi bisa menalangi lagi Rp8 miliar, tetapi kalau tidak ada, ya terpaksa kita usulkan lagi ke DPRD dalam APBD perubahan nanti,” jelas Meyer.
Dijelaskan, pada APBD induk tahun 2011 pemerintah kabupaten sudah mengalokasikan dana sebesar Rp30 miliar untuk pembayaran ganti rugi lahan bandara baru. Dari jumlah ini, Rp10 miliar diantarannya merupakan bantuan dari pemerintah provinsi Sulawesi Selatan.
“Total anggaran yang kita butuhkan untuk pembebasan lahan sekitar Rp40 miliar,” kata Meyer.
Ditanya masalah gugatan yang belakangan bermunculan dari masyarakat berkaitan dengan lokasi bandara, Meyer mengaku tidak tahu. Menurut dia, pihak DPPKAD hanya bertindak sebagai juru bayar sesuai dengan rekomendasi dari tim 9 dan pemerintah. Tim 9 adalah tim yang dibentuk khusus oleh pemerintah untuk menangani masalah ganti rugi lahan bandara.
“Saya tidak mau berpolemik dengan gugatan atau pun keberatan dari masyarakat, yang jelas kami hanya melakukan pembayaran sesuai dengan permintaan dari tim 9,” tandasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, lahan yang sudah diukur oleh badan pertanahan nasional (BPN) kemudian dikaji oleh tim 9. Jika dianggap sudah tidak bermasalah, baik secara administrasi maupun kepemilikan, tim 9 mengajukan permohonan pembayaran ke DPPKAD.
“Kalau sudah ada permintaan dari tim 9 kami tinggal mengeluarkan SPM (surat perintah membayar) ke Bank Sulsel agar dibayarkan melalui rekening masing-masing pemilik lahan,” urai Meyer Dengen

Sumber : Palopo Pos
READ MORE - Pemkab Minta Tambahan Anggaran Pembangunan Bandara Baru

600 Ha Hutan Buntu Mapongka Terbakar

Diperkirakan sekitar 600 hektare (Ha) hutan di Buntu Mapongka, Kelurahan Tampo, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja hangus terbakar.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Tana Toraja Harris Paridi menyatakan, kebakaran hutan di Buntu Mapongka yang terjadi sejak Senin Malam (29/8). Luas hutan Buntu Mapongka yang terbakar diperkirakan mencapai 600 hektare dan tersebar di lima desa. Pihaknya pun sudah menurunkan tim untuk melakukan upaya pencegahan dan pemadaman titik api yang masih menyala agar tidak meluas.

Lambat laun, kobaran api mulai mereda. “Masih ada titik-titik api kecil yang masih menyala di kawasan hutan Desa Piri. Kawasan hutan yang terbakar tampak kehitaman,” katanya, kemarin. Dia mengatakan, pihaknya belum mengetahui persis penyebab kebakaran di kawasan hutan Buntu Mapongka. Memasuki musim kemarau, kawasan hutan di Buntu Mapongka rawan kebakaran.Apalagi hutan ini sebagian besar ditumbuhi pohon pinus dan semak belukar yang mati sehingga mudah terbakar jika ada orang yang membuang puntung rokok sembarangan.

“Saat kemarau, banyak pohon kayu dan ilalang di kawasan hutan yang kering,sehingga mudah terbakar. Kalau hutan sudah terbakar api sulit dikendalikan karena lokasinya yang terjal,”paparnya. Informasi yang dihimpun SINDO, embusan angin kencang dan medan yang terjal membuat upaya pemadaman sulit dilakukan.Sebagian besar kawasan hutan yang terbakar berada di lokasi pembangunan bandara baru bertaraf internasional yang masih dalam tahap pembebasan lahan. Satu unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi kebakaran tidak mampu memadamkan titik-titik api yang makin meluas.

Petugas pemadam kebakaran dan polisi kehutanan dibantu warga hanya berjaga-jaga di sekitar jalan mengantisipasi agar api tidak menjalar ke pemukiman warga. “Hingga saat ini penyebab kebakaran belum diketahui. Diduga, kebakaran disebabkan musim kemarau yang berkepanjangan,” ujar Ketua Rukun Tetangga (RT) Getengan Kelurahan Tampo,Nataniel Sapu. Menurut Nataniel, api sulit dipadamkan karena banyaknya titik-titik api yang tersebar dalam kawasan hutan.Akibatnya, api dengan cepat menjalar sampai ke lima desa,yaitu Desa Tampo, Rantekalua, Marinding, Tampo Simbuang,dan Piri.

Apalagi, lokasi hutan yang terbakar berada di lereng gunung Mapongka yang cukup terjal sulit dipadamkan. Beruntung, api tidak merambat ke pemukiman warga yang hanya berjarak radius lima ratus meter dari kawasan hutan Buntu Mapongka.Nataniel mengakui ,kebakaran hutan di sekitar Buntu Mapongka juga pernah terjadi pada 2009. “Tidak ada korban jiwa maupun rumah warga yang terbakar dalam peristiwa ini. Kebakaran hutan di sekitar Buntu Mapongka sudah terjadi beberapa kali saat musim kemarau tiba,”katanya.


Sumber : http://www.seputar-indonesia.com
READ MORE - 600 Ha Hutan Buntu Mapongka Terbakar
KOMENTAR TERBARU

Subscribe

Masukkan Alamat E-mail Anda:

Delivered by Toraja Update