Sumber: http://www.seociyus.com/2013/02/kode-javascript-dan-html-sederhana-buat-di-blog.html#ixzz4FohENZc0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Follow us: @SEOCiyus on Twitter

Selasa, 30 Agustus 2011

Umat Muslim Berharap Tidak Ada Lagi Perbedaan Penetapan Idul Fitri

Umat muslim di kota Makassar sebagian telah merayakan Idul Fitri hari ini, walaupun pemerintah mengumumkan 1 Syawal 1432 Hijriah baru jatuh pada Rabu, (31/08 ). Tomot salah satu umat muslim yang merayakan Idul Fitri Dilapangan Unhas Baraya hari ini mengatakan agar perbedaan hari pelaksanan shalat Id ke depan tidak terjadi lagi

” Harapannya,mudahan-mudahan perbedaan ini tidak terjadi lagi ditahun mendatang, supaya kita umat muslim bisa bersatu merayakan Idul Fitri”. Ungkapnya.

Shalat Idul Fitri di kota Makassar dilaksanakan di beberapa lokasi, seperti di Lapangan Unhas Baraya Makassar// Ribuan kaum muslim melaksanakan shalat Id dipimpin imam Habib Mahmud Bin Umar Al Hamid. Habib juga bertindak menyampaikan khutbah dalam kesempatan ini. Dalam khutbahnya berjudul ” Keutamaan dan Kemuliaan Umat Rasulullah Muhammad SAW diantara seluruh manusia” disampaikan umat muslim adalah sebagus-bagusnya umat yang dilahirkan kedunia, maka haruslah memperbaiki akhlak, tingkah laku, dan budi pekerti.

Selain itu. umat muslim wajib menjaga dan menggalang persatuan anatar umat Islam, sebaliknya dengan menebar perpecahan dan melemahkan barisan adalah perbuatan terlarang yang tidak akan menghasilkan sesuatu kecuali keuntungan bagi musuh Islam.

Sementara menaggapi mengenai perbedaan pelaksanaan hari Idul Fitri Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Prof Galib mengatakan dalam penetapan 1 Syawal menggunakan dua metode hisab dan ru’yah, keduanya sama-sama dibenarkan tergantung keyakinan masing-masing individu.

” Ini tergantung keyakinan, pada intinya kedua metode tersebut benar, untuk umat muslim yang meyakini hari ini Selasa (30/08) jatuhnya 1 syawal maka haram hukumnya berpuasa, namun jika meyakini besok, Rabu (31/08) maka diwajibkan berpuasa hari ini”

Lebih lanjut Prof Muh Galib mengatakan, Muhammadiyah meetapakan 1 Syawal dengan menggunakan metode hisab. Dengan metode ini maka 1 Syawal sudah dapat diketahui dalam suasana ramadhan karena melihat posisi bulan menggunakan ilmu Falaq.


Sumber : rri Pro1 Makassar

1 komentar:

Terima Kasih telah berkunjung ke Toraja Update.
Silahkan tinggalkan Komentar Anda...!!!

KOMENTAR TERBARU

Subscribe

Masukkan Alamat E-mail Anda:

Delivered by Toraja Update