Sumber: http://www.seociyus.com/2013/02/kode-javascript-dan-html-sederhana-buat-di-blog.html#ixzz4FohENZc0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Follow us: @SEOCiyus on Twitter

Minggu, 21 Agustus 2011

Gaji PNS Naik Lagi 10%

Naikkan Gaji di Tengah Upaya Pembatasan Jumlah PNS

MAKASSAR, Upeks--Gaji pokok dan pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI/ Polri, kembali akan dinaikkan 10%. Hal itu terungkap dari pemaparan Nota Keuangan dan RAPBN 2012 oleh Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono, awal pekan ini.
Anehnya, kebijakan itu muncul di tengah keluhan Menteri Keuangan dan sejumlah daerah yang kesulitan menghadapi tingginya pembiayaan gaji PNS.
Kebijakan ini membuat sejumlah daerah keteteran. Betapa tidak, bila gaji dinaikkan hingga 10% itu berarti PNS de-ngan golongan terendah IIa diperkirakan akan mendapat gaji pokok sebesar Rp2.647.050 dan golongan tertinggi IVe men- dapat Rp5.299.600.
Pemprov Sulsel sendiri, yang menggaji PNS 10.050 orang, setiap tahunnya mengeluarkan anggaran Rp410 miliar. Sehingga pada 2012 nanti, jika kenaikan 10%, maka alokasi APBD untuk kenaikan gaji PNS akan ditambah hingga Rp41 miliar. Bukan angka yang sedikit.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Pemprov Sulsel, Yushar Huduri, mengatakan, memang setiap tahunnya pemerintah menaikkan gaji. Namun demikian, hal tersebut masih menunggu petunjuk pemerintah pusat melalui peraturan pemerintah dan Menteri Keuangan.
“Biasanya petunjuk itu datang bulan Maret,” ujarnya singkat.
Anggaran untuk kenaikan gaji PNS tersebut, bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Meski penerapannya baru dilaksanakan, tapi dia mengaku Pemprov Sulsel sudah siap melakukannya. Saat disinggung tentang pengaruh kenaikan gaji PNS yang mencapai 10% dari APBD itu, Yushar Huduri mengaku tidak berpengaruh terhadap APBD. Sebab, anggaran untuk kenaikan gaji tersebut juga bertambah 10% dari pusat.
“Tentang apa yang naik belum jelas. Apakah tunjangan, atau gaji pokok. Total gaji PNS untuk satu tahun mencapai Rp410 miliar dengan jumlah pegawai kurang lebih 10.050 orang. Jadi dengan kenaikan 10 persen maka alokasi APBD untuk kenaikan gaji tersebut mencapai Rp40 miliar. Dengan taksiran setiap pegawai akan mengalami kenaikan gaji sekitar Rp200 ribu-Rp400 ribu,” sebut Yushar.
Lebih lanjut, dia mengatakan jika dengan adanya kenaikan gaji, maka akan menjadi motivasi bagi PNS untuk meningkatkan kinerjanya. “Dengan kenaikan gaji ini, kinerja PNS juga akan meningkat. Hal itu bisa dilihat dari absensi dan hasil kerjanya,” terangnya.
Terkait kenaikan gaji PNS tersebut, Pengamat Ekonomi dari STIE Tri Darma Nusantara, DR Abd Wahab MSi, menyanksikan kenaikan gaji PNS akan berpengaruh besar terhadap kinerja PNS. Sebab, jauh sebelum pemerintah menaikkan gaji PNS, harga sembako sudah naik.
“Kenaikan gaji PNS itu tidak akan berbanding lurus dengan peningkatan kinerja. Sebab selain karena harga sembako sudah naik sebelum gaji PNS dinaikkan, juga karena banyak PNS yang ditempatkan pada bidang kerja yang tidak sesuai dengan disiplin ilmunya. Hal ini yang menyebabkan PNS tidak profesional,” ujar Abd Wahab.
Menurutnya, sebenarnya, berapa pun gaji PNS jika pola pengawasan tidak dijalankan dengan baik, maka kinerja PNS tidak akan maksimal. Sehingga kenaikan tersebut tidak memiliki korelasi positif terhadap kinerja. Hal tersebut juga karena kenaikan gaji hanya salah satu indikator sepanjang pemerintah tidak mampu menempatkan pegawai pada kompetensinya.
Hal ini juga menyebabkan kesan negatif terhadap pemerintah. Sebab, belakangan ini santer disebutkan bahwa pegawai saat ini mengalami istilah “lebih tapi kurang”. Artinya, pada bidang tertentu, yang harusnya hanya membutuhkan beberapa pegawai, tapi ditempati oleh banyak PNS. Sehingga mereka dalam bekerja tidak maksimal.
“Hal ini tidak bisa dipungkiri. Sering kita melihat pada jam kerja, banyak PNS yang hanya nongkrong di Warkop atau di mall,” pungkasnya.
Nada kritis terhadap kebijakan kenaikan gaji ini juga diungkap Ketua Gerakan Pemuda Peduli Bangsa (Gempa) Sulsel, Irfan Darmawan NM. Dia menilai, rencana pemerintah menaikkan gaji PNS tahun 2012 mendatang sebesar 10%, hanya akan menambah beban APBD.
Sementara kenaikan gaji 10% yang besarnya mencapai Rp40 miliar pertahun itu tidak akan berpengaruh banyak terhadap kinerja PNS. Sebab, kenaikan gaji tidak bisa dijadikan tolok ukur untuk mengukur kinerja PNS.
“Tidak ada yang bisa menjamin bahwa kenaikan gaji tersebut akan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja PNS. Sebab, kenaikan gaji PNS hampir setiap tahun terjadi, namun demikian kita masih menyaksikan pelayanan PNS kepada masyarakat masih rendah,” ujar Irfan.
Padahal, lanjutnya, masih banyak program yang sifatnya sangat mendesak untuk segera dilaksanakan. Sebab kegiatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya masyarakat kurang mampu. Seperti, perbaikan infrastruktur jalan, drainase, penanganan anak jalanan, dan beberapa program lainnya.
Namun demikian, dia berharap kepada pemerintah dengan adanya kenaikan gaji tersebut harus menjadi perhatian pemerintah, baik pemrov, pemkot, atau pemda agar melakukan pengawasan ketat kepada PNS.
Sebab, anggaran untuk gaji PNS merupakan uang rakyat, sehingga PNS harus bekerja secara maksimal sebagai kompensasi dari kenaikan gajinya. “Setelah gaji mereka naik, semoga tidak ditemukan lagi PNS pada jam kerja hanya melakukan shoping ke mall, ngopi di Warkop, atau di tempat-tempat hiburan lainnya,” pungkas Irfan.
Tunjangan Makan dan Lauk-Pauk Juga Naik
Selain menaikkan gaji pokok PNS, pemerintah juga menyediakan anggaran tunjangan kinerja untuk mendukung reformasi birokrasi, seperti tunjangan beras, tunjangan umum, dan uang makan, serta uang lauk-pauk untuk TNI/Polri.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dalam jumpa pers terkait nota keuangan dan RAPBN 2012 di Jakarta, memastikan tetap memberi gaji dan pensiun ke-13, menaikkan uang makan PNS dari Rp20.000 menjadi Rp25.000, serta menaikkan uang lauk-pauk bagi TNI/Polri dari Rp40.000 menjadi Rp45.000.
Pemerintah juga memastikan untuk memberikan jaminan kesehatan utama atau Jamkestama untuk Ketua, Wakil Ketua, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Badan Pemeriksa Keuangan, Komisi Yudisial, Hakim Mahkamah Konstitusi dan Hakim Agung Mahkamah Agung.
Belanja pegawai masih mendapatkan alokasi terbesar dalam RAPBN 2012 yaitu sebesar Rp215,7 triliun atau meningkat dibandingkan APBN Perubahan 2011 Rp182,9 triliun.
Sedangkan belanja modal untuk pengadaan infrastruktur hanya mendapatkan Rp168,1 triliun, dan belanja barang Rp138,5 triliun.
Secara keseluruhan anggaran pemerintah pusat mencapai Rp 954,1 triliun atau meningkat Rp45,9 triliun dari pagu APBN Perubahan 2011 Rp908,2 triliun.
Utamakan PNS Golongan Rendah
Sementara itu, Anggota Komisi E Bidang Kesejahteraan DPRD Sulsel, Adil Patu, menilai, kenaikan gaji PNS sangatlah wajar untuk peningkatan kesejahteraan pegawai juga asal disertai dengan peningkatan kinerja. Namun, dia menekankan, kenaikan gaji itu harus mengutamakan PNS yang bergolongan rendah.
Menurutnya, kenaikan gaji PNS seharusnya proporsional berdasarkan jenjang pangkat. Dengan begitu, kenaikan gaji dapat lebih adil bagi pegawai yang berpangkat rendah. Kenaikan gaji lebih berdampak pada daya beli pegawai golongan bawah. Bukan kepada pegawai golongan atas yang telah mendapatkan pendapatan lebih besar.
Selain itu, terkait dengan kebiasaan yang sering terjadi bahwa kenaikan harga barang yang menyesuaikan dengan kenaikan gaji, dia mengatakan hal tersebut harus dicermati oleh pemerintah.

Sumber : UpeksOnline.com








2 komentar:

  1. harga sembako bakalan naik gila-gilaan :)

    BalasHapus
  2. Naik berapapun boleh saja,asalkan ada keseimbangan antara Hak dan Kewajiban.Trims artikelnya....Salam Sukses

    BalasHapus

Terima Kasih telah berkunjung ke Toraja Update.
Silahkan tinggalkan Komentar Anda...!!!

KOMENTAR TERBARU

Subscribe

Masukkan Alamat E-mail Anda:

Delivered by Toraja Update