Sumber: http://www.seociyus.com/2013/02/kode-javascript-dan-html-sederhana-buat-di-blog.html#ixzz4FohENZc0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Follow us: @SEOCiyus on Twitter

Kamis, 18 Agustus 2011

Dugaan Konspirasi Pembunuhan Kepala Unit Bank BRI Bolu Toraja

I Wayan Diana, Seorang Kepala Unit Bank BRI Cab. Toraja ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kondisi tergantung di dalam ruang pemeriksaan Polres Kabupaten Barru sulawesi Selatan, 24 Juli 2011 silam. Kematian I Wayan Diana mengundang kontroversial dan muncul dugaan telah terjadi konspirasi pembunuhan berencana yang melibatkan beberapa karyawan Bank BRI setempat dan oknum dari kepolisian Polres kab. Barru.

Kejadian ini mengundang kecurigaan pihak keluarga korban melihat dari hasil foto korban dalam kondisi tergantung dengan luka dileher yang diduga akibat dari tindakan kekerasan dan anehnya, dalam kondisi tergantung namun kaki korban nampak menjejak dilantai yang jelas tidak akan mungkin orang bisa tewas tergantung dengan batas ketinggian setinggi tubuh.

Dari keterangan yang dikumpulkan, I Wayan Diana berencana ke Makassar untuk menyelesaikan beberapa masalah internal. Korban sempat mampir di Bank BRI Makale untuk menitip motor kemudian menumpang bus. Dalam perjalanan, Korban ternyata sudah diikuti beberapa orang yang belakangan diketahui dari pihak Bank BRI sejak dari keberangkatannya di Toraja.

Jam 03.00 dini hari Ketika memasuki wilayah kab. Barru, Bus yang ditumpangi dicegat oleh polres Barru dan Korban dipaksa turun dari Bus. Korban dituduh membawa kabur dana hasil penarikan nasabah atas nama Charlie Lie sebesar 300 juta rupiah dan akan diperiksa di Polres barru. Beberapa keganjilan dalam proses ini yaitu, kenapa korban tidak ditangkap sejak mulainya berangkat dari Toraja? apalagi korban sempat mampir di Bank BRI cabang setempat..?? kenapa harus diikuti dulu oleh beberapa karyawan Bank BRI setempat kemudian baru dicegat setelah berada diperjalanan..?? selain itu, pihak kepolisian Polres Barru tidak mendapat informasi dari Polres Toraja, dan malah melakukan penangkapan yang jelas-jelas bukan dalam wilayah resortnya..?

yang lebih aneh lagi yaitu korban ditangkap tanpa surat penangkapan dan pihak keluarga tidak dihubungi sama sekali. I Wayan diana kehilangan kontak dan tidak mendapat kesempatan memberi kabar tentang dirinya padahal jelas dalam penangkapan itu, beberapa rekannya dari Bank BRI Toraja ternyata sudah membuntutinya.

Menjelang proses pemeriksaan, I Wayan Diana tiba-tiba ditemukan telah tewas karena gantung diri dan baru diberitahukan ke istri korban. Menurut kepolisian Kab. Barru, Korban mengalami depresi. hasil visum sementara di kota Pare-pare memperlihatkan ada bekas luka dileher korban yang sama sekali bukan bekas tali gantungan. Dalam kasus ini sudah terindikasikan betapa rapuhnya sistem prosedural pengamanan kepolisian setempat menangani tahanan yang notabene tidak mendapat hak untuk memberi kabar, tidak mendapat hak untuk mendapatkan pengacara dan tidak mendapatkan hak pemeriksaan pengamanan diri. Selain itu, hasil pemeriksaan juga tidak ditemukan uang sebesar 300 juta rupiah yang dituduhkan kepada korban.

I Wayan Diana diduga telah menjadi korban konspirasi pembunuhan berencana atas hasil laporan keluarga dan Istri korban karena banyaknya keganjilan dalam kematian korban. Jenazah korban saat ini belum di kremasi sesuai adat tanah kelahirannya di Bali karena pihak keluarga menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Kejadian ini telah menyeret beberapa staf dan karyawan BRI Toraja dan oknum dikepolisian Kab. Barru untuk segera diproses di Polda Sulawesi Selatan.

Sumber : kabarkami.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah berkunjung ke Toraja Update.
Silahkan tinggalkan Komentar Anda...!!!

KOMENTAR TERBARU

Subscribe

Masukkan Alamat E-mail Anda:

Delivered by Toraja Update