Sumber: http://www.seociyus.com/2013/02/kode-javascript-dan-html-sederhana-buat-di-blog.html#ixzz4FohENZc0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Follow us: @SEOCiyus on Twitter

Selasa, 26 Juli 2011

2 Ani bersaing menuju RI 1 2014....?????

Beberapa Fakta Persaingan 2 Ani menuju RI 1 2014.

Salah satu fakta menarik yang terungkap sebagai akibat dari perselisihan di antara petinggi Partai Demokrat yang disebabkan oleh tuduhan-tudahan mantan Bendahara Umumnya, Nazaruddin, yaitu bahwa di lingkungan Partai Demokrat pernah secara sungguh-sungguh mempersiapkan pencalonan Kristiani Herawati, yang tidak lain adalah istri Presiden SBY, dalam Pilres 2014. Hal ini diungkapkan oleh sekretaris Kabinet Indonesia bersatu, TB Silalahi.

kenyataan lain adalah menyeruaknya keluhan Ketua Persatuan Purnawirawan TNI-AD (PPAD), Letjen Purn Soerjadi, sehubungan dengan adanya seorang diplomat asing yang membujuknya untuk mencalonkan Sri Mulyani Indrawati sebagai Presiden pada Pilpres 2014.

Apakah kedua peristiwa tersebut saling berkaitan? Tidak jelas. Yang pasti, keluh kesah Soerjadi dan pengakuan TB Silalahi, menjadi pertanda bahwa pemanasan politik menuju Pilres 2014 akan diwarnai oleh nama Sri Mulyani Indrawati, yang biasa dipanggil Mbak Ani, dan Kristiani Herawati, yang biasa dipanggil Bu Ani. Pertarungan Ani vs Ani dimulai.

Harus diakui bahwa Presiden SBY dalam berbagai kesempatan menegaskan, bahwa istrinya tidak akan maju pada Pemilu 2014 mendatang. Namun, adakah yang bisa memastikan apa yang terjadi pada 2014 nanti. Rentang waktu yang 3 tahun masih sangat memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan. Selain itu, Siapakah yang dapat menolak jika kader-kader PD menghendaki Ani Yudhoyono menjadi calon presiden?

TB Silalahi, yang adalah salah satu Pendiri PD, mengatakan rencana pencapresan Ani Yudhoyono memang pernah dipersiapkan dengan serius. rencana tersebut terjadi menjelang Kongres II Partai Demokrat di Bandung, Agustsu 2010.

Menurut TB Silalahi, wacana pencapresan ibu Ani telah dimulai oleh para pendiri dan sejumlah kader PD. Sehingga Andi Mallarangeng didukung untuk menduduki jabatan sebagai Ketua Umum. Perhitungannya, jika Andi jadi Ketua Umum PD, tentu akan memperlancar rencana pencalonan Ani sebagai capres.

"Saat itu rencananya Ibu Ani jadi capres dan Andi jadi cawapres. Tapi karena dalam kongres Andi kalah, maka hitungannya jadi lain lagi. Memang sempat ada usulan Ibu Ani akan didampingi Djoko Suyanto. Tapi apakah Anas (Ketum PD) mau dukung?" kata Silalahi.

Pasca terungkapnya skandal pembangunan Wisma Atlet Palembang, kondisi internal PD berubah total. Reputasi Anas sebagai politisi muda yang bersih dan santun, jatuh. Dukungan pengurus daerah juga melemah. Jika tidak ditopang oleh SBY selaku Ketua Dewan Pembina PD, Anas sudah jatuh melalui KLB.

Posisi Anas yang demikian lemah, membuatnya nyaris tidak punya posisi tawar lagi dalam pencalonan presiden mendatang. Itu sebabnya, anggota Dewan Pembina PD Ahmad Mubarok yang sempat melontarkan nama Sri Mulyani Indrawati (setelah SBY menegaskan istri dan anaknya tidak akan maju menjadi calon presiden), tidak tertarik lagi membahasnya.

"Saya bilang PD mendukung Sri Mulyani sebagai capres waktu itu hanya iseng-iseng saja. Sebab PD sejauh ini belum mengelus siapa pun untuk maju sebagai capres," kata Mubarok saat ditemui detik+ di sela-sela acara Rakornas PD di Sentul, Bogor.

Sementara itu, masih segar dalam ingatan, ketika salah seorang anggota DPR FPDIP, Eva Kusuma Sundari, pada November 2010 yang lalu menjawab pertanyaan yang dilontarkan reporter inilah.com, tentang mana yang lebih berpeluang untuk menjadi RI1 pada 2014, antara Kristina Herawati (Ani Yudhoyono) atau Sri Mulyani Indrawati.
"Ya Bu Sri Mulyani lah, karena dia yang tahu tentang logika mengelola keuangan negara," kata anggota DPR FPDIP Eva Kusuma Sundari, kepada inilah..com, Selasa (23/11/2010).
kemudian pada (11/6/2011) malam, Pengamat Politik Universitas Indonesia Arbi Sanit, mengatakan dalam situasi krisis figur yang sedag dialami oleh hampir semua partai politik yang ada saat ini, Sri Mulyani sangat berpeluang menjadi pilihan alternatif pada Pilpres 2014.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah berkunjung ke Toraja Update.
Silahkan tinggalkan Komentar Anda...!!!

KOMENTAR TERBARU

Subscribe

Masukkan Alamat E-mail Anda:

Delivered by Toraja Update