Sumber: http://www.seociyus.com/2013/02/kode-javascript-dan-html-sederhana-buat-di-blog.html#ixzz4FohENZc0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Follow us: @SEOCiyus on Twitter

Minggu, 26 Juni 2011

Pedagang Ikan pasar Makale Mengadu ke DPRD

Setelah dua tahun tidak memiliki kepala pasar, kondisi Pasar Makale makin semrawut. Bahkan, Pasar bayangan mulai bermunculan di luar areal pasar. Mereka berada di sektiar lapangan jalan masuk pasar dan Kampung Pisang, sementara dalam pasar masih banyak lods dan kios yang kosong.

Bermunculannya pasar bayangan di pintu masuk areal pasar, berpotensi menimbulkan kecemburuan bagi pedagang di dalam pasar. Ini karena pembeli sudah jarang lagi masuk ke pasar. Para pembeli lebih memilih membeli di pasar bayangan dari pada harus berjalan masuk ke dalam pasar.

Fenomena ini cukup meresahkan para pedagang pasar, terutama para penjual ikan basah. Pasalnya, selama ada pasar bayangan di luar, jumlah pembeli mereka berkurang, bahkan kini merugi. Selain itu, juga terjadi penyempitan jalan karena di sisi kiri kanan jalan sudah ada penjual lapak.

Sebenarnya Pemerintah daerah sudah pernah dilapori mengenai Kondisi , Tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut yang dilakukan pemerintah daerah. Karena tidak adanya respon dari pihak pemerintah daerah, menyebabkan para pedagang yang tergabung dalam penjual ikan basah mengadukan persoalan pasar ini ke DPRD Tana Toraja.

Alexander pantan Rante Allo, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Tana Toraja menerima kedatangan para pedagang tersebut.

Koordinator aksi, Soemar Yasin, meminta kepada pemerintah daerah agar segera membentuk tim terpadu, gabungan DPPKAD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Polsek, dan Danramil untuk melakukan penertiban sekaligus menindak penjual yang membandel.

"Selain itu, kebersihan pasar sudah tidak terurus karena volume sampah bertambah, bahkan berserakan karena tidak adanya kesadaran penjual membuang sampah di kontainer yang tersedia," sambung Soemar Yasin.

Sementara Alexander mengatakan, para penjual ikan di Pasar Makale menyorot penjual di pasar bayangan yang tidak mau menggunakan lapak yang disiapkan dalam pasar. Bahkan lebih senang menggunakan pinggir jalan sebagai tempat jualan meskipun di tengah terik matahari.

Selain itu Alexander juga mengusulkan kepada Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Asset Daerah (DPPKAD) segera menunjuk kepala pasar defenitif.

Menyikapi aspirasi para pedagang ini, dewan akan segera merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah untuk membentuk tim terpadu penertiban. "Kondisi ini sebelumnya telah dilaporkan kepada lurah dan Camat Makale namun hingga sekarang belum ada respon," tutur Alexander.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah berkunjung ke Toraja Update.
Silahkan tinggalkan Komentar Anda...!!!

KOMENTAR TERBARU

Subscribe

Masukkan Alamat E-mail Anda:

Delivered by Toraja Update