Sumber: http://www.seociyus.com/2013/02/kode-javascript-dan-html-sederhana-buat-di-blog.html#ixzz4FohENZc0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Follow us: @SEOCiyus on Twitter

Selasa, 21 Juni 2011

Pada Malam Hari, Warga Mappak dan Simbuang hidup dalam kegelapan.




Listrik masih menjadi angan-angan bagi warga dari dua desa di Kec. Mappak Kabupaten Tana Toraja. Sedikitnya 650 keluarga di dua desa di Kecamatan Mappak, belum dapat menikmati listrik. Dua desa tersebut, Desa Poton dan Desa Mappak, ribuan warga kedua desa tersebut hidup dalam kegelapan pada malam hari. Kondisi warga tersebut mendapatkan perhatian dari Wakil Ketua DPRD Tana Toraja Ester D Palloan. Ester menyatakan keprihatinannya akan kondisi warga di dua desa itu yang hanya menggunakan lampu tempel sebagai sumber penerangan pada malam hari. Sementara Belakangan ini, warga semakin kesulitan menyalakan lampu tempel karena sulit memperoleh minyak tanah sebagai bahan bakar.

Pada tahun 1995, di dua desa tersebut pernah di bangun Turbin pembangkit Listrik secara swadaya. Namun kemampuan dari turbin tersebut hanya mampu menerangi 25 hingga 30 keluarga. Bahkan kondisi turbin tersebut saat ini sudah rusak. Sudah pasti Jumlah keluarga yang tidak menikmati listrik jauh lebih banyak karena kondisi serupa juga dialami warga di lima kampung di Kelurahan Sima, Kecamatan Simbuang. Parahnya, di lima kampung itu tidak bisa dibangun turbin pembangkit listrik karena sumber air penggerak turbin tidak tersedia.

Lima kampung di Simbuang yang belum memiliki listrik, yakni Pabatan, Tosi’, Limbong Atas, Limbong Bawah, dan Kadolan. Anggota DPRD Tana Toraja asal Kecamatan Mappak dan Simbuang, Andarias P Buttutasik, mengatakan, satu-satunya solusi mengatasi masalah penerangan listrik di lima kampung tersebut adalah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) tidak bisa dibangun karena minimnya sumber air.

Ester berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja serius memperhatikan daerah-daerah terpencil dan belum tersentuh listrik. Dia meyakini masih banyak warga kampung dan desa di wilayah Tana Toraja lainnya yang hidup dalam kegelapan. Menanggapi masalah masih banyaknya desa yang belum memiliki listrik, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Tana Toraja Tandisau mengatakan, Pemkab Tana Toraja sedang menggalakkan pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) di desa-desa terpencil. Tahun ini,Pemkab Tana Toraja mendapat bantuan dana Rp4 miliar untuk membangun beberapa unit PLTMH melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat - Lingkungan Mandiri Perdesaan (PNPM-LMP). Hanya, dia mengaku tidak tahu daerah mana saja yang akan menjadi lokasi pembangunan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah berkunjung ke Toraja Update.
Silahkan tinggalkan Komentar Anda...!!!

KOMENTAR TERBARU

Subscribe

Masukkan Alamat E-mail Anda:

Delivered by Toraja Update