Sumber: http://www.seociyus.com/2013/02/kode-javascript-dan-html-sederhana-buat-di-blog.html#ixzz4FohENZc0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Follow us: @SEOCiyus on Twitter

Sabtu, 11 Juni 2011

Kesemutan Bisa Jadi Gejala Penyakit Kronik

BAGIAN kaki atau tangan kadang-kadang mengalami kelainan. Kadang-kadang kaku, atau sama sekali susah digerakkan.

Dalam keadaan seperti itu, tampaknya terjadi gangguan saraf. Namun, sering disepelekan karena orang yang mengalaminya dianggap hal biasa. Katanya, itu hanya karena kesemutan. Padahal, kesemutan memiliki implikasi serius terhadap kesehatan. Apalagi jika kejadiannya berulang.

Oleh karena itu, masyarakat perlu mengetahui dan membedakan jenis-jenis kesemutan yang mereka alami. Misalnya, karena kesemutan bisa disebabkan tangan yang terlalu lama mengalami tekanan atau terjadi karena duduk bersila, kaki terlalu lama ditekuk atau posisi duduk yang salah.

Pada kenyataannya, hampir semua orang pernah mengalami kesemutan atau mamengngeng (bahasa Bugis) atau gringgingan (bahasa Jawa). Lokasinya bisa di tangan karena terlalu lama bertumpu pada sesuatu, atau kesemutan di kaki karena kaki terlalu lama terlipat. Selain di tangan, jari-jari, maupun kaki, kesemutan juga sering terjadi di area bahu atau bagian tubuh yang lain.

Menurut dr Hj Jumraini Tammasse, S Ked, SpS, dalam bahasa medis, kesemutan sering disebut ”sebagai parestesia”. Suatu sensasi yang dirasakan tanpa ada stimulus dari luar. ”Sensasi Parestesia ini tidak hanya rasa ‘kesemutan’, melainkan bisa juga rasa panas atau rasa seperti tertusuk-tusuk,” kata Jumraini.

Bila diandaikan, katanya, rasanya mirip dengan kabel listrik yang tertekan, maka aliran listrik akan terganggu. ”Rasa kesemutan dapat dirasakan di tangan, kaki, muka, maupun di seluruh bagian tubuh kita,” kata dokter spesialis saraf ini.

Parestesia adalah sensasi rasa dingin atau panas di suatu bagian tubuh tertentu, atau sensasi rasa dirambati sesuatu. Parestesia itu timbul bila terjadi iritasi pada serabut saraf yang membawa sensasi.

Sebenarnya, kata Jumraini, kesemutan merupakan suatu gejala manifestasi dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsangan listrik pada sistem itu tidak tersalur secara penuh dengan penyebab macam-macam. ”Yang paling sederhana, misalnya, jalan darah tertutup akibat satu bagian tubuh tertentu ditekuk atau tertindih terlalu lama. Akibatnya adalah perasaan kurang rasa (hypestesia) (mati rasa=anestesi), sensasi rasa dingin atau panas pada suatu bagian tubuh tertentu, atau sensasi rasa dirambati sesuatu.

Rasa semacam ini biasanya mengikuti pola sarung tangan dan kaus kaki (gloves and stocking appearance),” kata Dosen Fakultas Kedokteran Unhas ini.

Banyak penyebab bisa terjadinya kesemutan, sambung Jumraini. Kesemutan terjadi jika saraf dan pembuluh darah mengalami tekanan. Misalnya, saat duduk bersimpuh atau menekuk kaki terlalu lama, saraf dan aliran darah terganggu. Umumnya kesemutan akan mereda jika bagian tubuh yang mengalaminya digerakkan (bersifat reversible).

Jika kesemutan tidak hilang setelah bagian tubuh digerakkan; semula hanya dialami sebagian kecil organ tubuh, tapi kemudian merambat ke bagian yang lebih luas; atau bila semula hanya terjadi sekali-sekali dan menjadi kian sering; atau bila kesemutan menjadi rasa kebal, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter terdekat.

Kesemutan yang tidak disertai gejala-gejala lain biasanya menandakan adanya gangguan pada reseptor pada kulit atau pada cabang-cabang saraf tepi. ”Namun, perlu kita lebih waspada jika ada gejala lain di luar kesemutan itu. Bukan hanya kelumpuhan, kesemutan bisa juga disertai gangguan penglihatan, pendengaran, gabungan keduanya, atau lainnya,” ungkap Jumraini.

Selama ini, katanya, masyarakat umumnya cenderung menyepelekan kesemutan seperti yang dideskripsikan di atas. ”Mereka menganggap kesemutan adalah hal yang wajar atau biasa-biasa saja. Sikap tersebut terjadi karena mereka belum mengetahui implikasi kesemutan itu,” kata ibu dua anak ini.

Oleh karena itu, kata Jumraini, masyarakat perlu mengetahui dan membedakan jenis-jenis kesemutan yang mereka alami. Misalnya, karena kesemutan bisa disebabkan tangan yang terlalu lama mengalami tekanan atau terjadi karena duduk bersila, kaki terlalu lama ditekuk atau posisi duduk yang salah.

Jumraini mengurai, lokasi kesemutan biasanya terlokalisasi atau menyebar ke seluruh tubuh. ”Jadi, saat pemeriksaan saraf, dokter akan memeriksa bagian tubuh yang mengalami kesemutan, meliputi luasnya, tempat awal kesemutan, dan perkembangan kesemutan itu sejak awal. Semua informasi ini akan menunjukkan penyebab masalah. Lokasinya bisa pada saraf tepi, pada otot, sumsum tulang belakang, atau bahkan otak,” kata Jumraini.

Penyebab lain timbulnya kesemutan, kata Jumraini bisa disebabkan tanda awal dari penyakit kronik seperti stroke, diabetes mellitus (DM), jantung, dan rematik. Oleh karena itu, patut mengobati kesemutan yang sering mengganggu. Apalagi jika sudah kronik. Pertama adalah mengetahui gejala awal kesemutan tersebut. Kalau hanya karena kaki atau tangan tertekuk terlalu lama, biasanya kesemutan akan hilang dengan sendirinya, setelah kaki atau tangan diluruskan.

Namun, jika kesemutan yang disebabkan faktor lain, maka pengobatannya disesuaikan dengan faktor penyebabnya, yakni dengan menghilangkan atau meminimalkan faktor penyebab tersebut. Jika disertai nyeri, salah satu kemungkinan adalah myalgia, yakni nyeri otot dan jaringan ikat.

"Pada umumnya, diperlukan vitamin B 12 (cyanocobalamine) untuk memperbaiki myelin (selaput) saraf dalam waktu lama. Tapi, vitamin B 12 hanya bersifat simptomatis (mengurangi keluhan), kecuali pada kesemutan yang nyata-nyata disebabkan defisiensi B 12," kata Neurolog yang baru saja mengikuti Kongres Neurolog se-Dunia di Jenewa, Swiss ini.

Jumraini menyarankan, jika Anda mengalami kesemutan yang berkepanjangan, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter. Jangan menganggap itu hanya kesemutan biasa. Lebih baik katanya mencegah sebelum terserang penyakit yang lebih parah lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah berkunjung ke Toraja Update.
Silahkan tinggalkan Komentar Anda...!!!

KOMENTAR TERBARU

Subscribe

Masukkan Alamat E-mail Anda:

Delivered by Toraja Update