Sumber: http://www.seociyus.com/2013/02/kode-javascript-dan-html-sederhana-buat-di-blog.html#ixzz4FohENZc0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Follow us: @SEOCiyus on Twitter

Jumat, 03 Juni 2011

Giliran Kelompok Tani yang diperiksa

Setelah beberapa waktu yang lalu Kejaksaan Negeri Makale memeriksa dua pejabat Dinas Peternakan dan Perikanan Tana Toraja, yaitu masing-masing kepala dinas dan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) proyek pengadaan bibit ternak tahun 2008-2010, Kejaksaan Negeri (Kejari) Makale melanjutkan penyelidikan dengan meminta keterangan dari 12 Kelompok Tani yang menerima bantuan Proyek Pengadaan bibit ternak.

Pemeriksaan berlangsung selama tujuh jam lebih, di mulai pada pukul 09.00 Wita hingga pukul 16.30 Wita.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Makale, Adrianus Y Tomana yang dimintai konfirmasinya, membenarkan pemeriksaan ke-12 ketua kelompok tani tersebut. Namun Adrianus tidak menjelaskan identitas para ketua kelompok tani tersebut. Ke-12 ketua kelompok tani itu, kata Adrianus, masih diperiksa sebatas sebagai saksi.

“Mereka kami mintai keterangan sebagai saksi karena mereka adalah penerima dan kami anggap mengetaui proyek tersebut. Tapi sejauh ini mereka masih diambil keterangan sebagai saksi, karena kami baru melakukan penyelidikan terhadap kasus ini,” jelas Adrianus.

Dijelaskan, pihak kejaksaan mencium adanya aroma penyalahgunaan dalam proyek pengadaan ternak pada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tana Toraja tahun 2008-2010. Seperti diketahui, sejak tahun 2008-2010, dinas ini mengadakan bibit ternak, diantaranya kerbau, sapi, babi, dan kambing.

Dari hasil penyelidikan sementara, jumlah bibit ternak yang disalurkan tidak merata untuk setiap kelompok tani penerima dan tidak ada standarisasi harga bibit ternak. Ada juga dugaan kuat bahwa ada kelompok tani yang masuk dalam daftar penerima tetapi tidak menerima uang. Ada 12 kelompok penerima dalam proyek bernilai milyaran rupiah itu. Setiap kelompok menerima bantuan berfariasi antara Rp 10 juta hingga Rp 100 juta.

“Dugaan ini akan kami klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait, termasuk kelompok tani sasaran,” jelasnya.

Dia mengatakan, dalam kasus ini kejaksaan belum menetapkan satupun tersangka. Pihak-pihak yang sudah dimintai keterangannya masih sebatas sebagai saksi untuk keperluan penyelidikan. Kejaksaan juga masih akan memanggil beberapa pihak lainnya termasuk petugas lapangan.

“Kami berupaya menuntaskan kasus ini dan terus mengembangkan penyelidikan. Sampai sekarang mereka yang dipanggil masih sebagai saksi dan belum ada tersangka dalam kasus ini,” tegas Adrianus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah berkunjung ke Toraja Update.
Silahkan tinggalkan Komentar Anda...!!!

KOMENTAR TERBARU

Subscribe

Masukkan Alamat E-mail Anda:

Delivered by Toraja Update