Sumber: http://www.seociyus.com/2013/02/kode-javascript-dan-html-sederhana-buat-di-blog.html#ixzz4FohENZc0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Follow us: @SEOCiyus on Twitter

Jumat, 10 Juni 2011

Cinta dan Benci

Matahari mulai beranjak naik. panas. hari ini libur dan akan ada acara arisan siang ini, aku masih bermalas malasan. Kulirik jam dinding dikamarku pukul 7 lewat 1o. Aku bangkit mengambil handuk menuju kamar mandi dan mulai membasahi diriku, segar. Ku taburi wajahku dengan sedikit bedak mengambil pakaian rumah yang santai tapi tetap seksi.
Pintu kamar terbuka, mas fyan masuk. dia menatap aku dengan mesra, membantu merapikan rambutku dan diikatkannya kebelakang, style yang dia suka. Aku dan mas fyan satu kantor disalah satu perusahaan asuransi dikotaku,temanku juga temannya mas fyan. Hpku berdering. Mery

Ven…..semuanya sudah kubeli sesuai daftar belanjaan,” ucap mery tanpa salam lagi. Ya sudah cepat meluncur kesini,” jawabku. Mery dan Mira memang kebagian tugas pergi kepasar buat belanja.
Lima belas menit kemudian, suara bel berdering, bergegas aku membukakan Mery dan Mira pintu. Mereka masuk dengan dua kantong belanjaan yang sarat dengan isi. Aku tersenyum melihat semangat mereka.
Mery langsung kedapur dan membuka kulkas, mengambil jus jeruk yang memang sudah kusiapkan tadi. Tanpa sungkan sungkan dia langsung meminumnya. wuihhh segaarrr,” celoteh nya sendiri. Ku ambil kan Mira gelas dan menyodorkan jus jeruk tadi dihadapannya.
Kami mulai melakukan aktivitas memasak. Kita akan membuat menu spesial hari ini,” kata Mery sambil membuka kantong belanjaan, dan mengeluarkan semua isinya. Mira mulai mengupas dan mengiris bawang serta bumbu lainnya. Aku dan Mery teman dekat, sudah seperti saudara bahkan dengan mas Fyan pun dia tak canggung lagi apalagi mas Fyan juga teman sekantornya juga.
Mas Fyan membereskan ruang tamu, kursi kursi di keluarkan ke teras dan ambalpun dibentangnya. Sendiri dia melakukan nya, peluh menetes di dahinya. Mas Fyan masuk kedapur, dengan sigap Mery mengambilkannya minum. aku hanya melirik apa yang sudah dilakukan Mery pada Mas Fyan, baiklah bukan masalah, lagi pula Mery teman baikku. Aku tak mau curiga.
Tamu tamu mulai berdatangan, rumahku yang biasanya sepi, jadi rame. Semua nya ngumpul, terlihat suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Kulihat Mery bercanda dengan Ferdy teman kami. Hpnya berdering dan kudengar suami Mery, Alex. Mereka terlihat percakapan yang serius. Saatnya kami santap siang bersama, mereka memuji hasil masakan kami. Dan aku beberapakali menangkap tatapan Mas fyan dan Mery meski sekilas, tatapan yang penuh arti. Kembali ku tepiskan rasa curigaku.
Waktu terus berjalan, semuanya berjalan apa adanya. Sehingga aku mengutuk diriku sendiri yang telah menaruh curiga pada teman dekatku dan suamiku sendiri. Dan Mery rasanya tak pantas dicurigai bukankah dia sudah memiliki suami seorang konsultan. dan hidup bahagia. tapi perasaan ini masih mengganjal dihati. Mas Fyan rasanya tak mungkin mencurangi aku. istrinya.
Mery terlihat santai diruangannya, kuhampiri dia. Hay Mer…,” sapaku . Hei veni kemarilah aku memiliki sesuatu untukmu. Kulihat dia meraih tas nya dan mengambil sebuah jam tangan cantik. ini untukmu,” katanya. kuambil jam tangan itu kuperhatikan tulisan dibelakangnya. asli gumamku dalam hati dan tentu saja mahal. Ada apa nih kok tiba tiba ngasih ku surprise ,” kataku pada Mery. Oleh- oleh dari bang alex kemarin dia ke Singapur.
Aku merenung. rasa bersalah menghantui diriku . Mengapa sampai ada rasa curiga ini. terus terang perasaan ini masih mengganjal dihati. tapi sama sekali kecurigaan ku ini tak beralasan. Aku kembali menenggalamkan diriku dengan pekerjaanku laporan ini harus selesai. dan aku ingin membuat surprise dengan Mas fyan . yah sore ini aku akan menghampirinya, dan mengajaknya makan bakso di warung langganan kami diseberang kantor. Meski satu kantor aku dan mas Fyan beda ruangan. mas Fyan dilantai 2, sedangkan aku dilantai 1. tapi setiap hari mas fyan selalu menyempatkan diri untuk turun dan melihat aku.
Kulirik jam tanganku, pemberian Mery. terlihat cantik ditanganku. Pukul 4.30 sore bergegas aku merapikan meja menyimpan semuanya dalam lemari. Aku tatap diriku didepan cermin kutaburi lagi bedak, lipstik sedikit, ehmm..aku ingin terlihat cantik sore ini dimata Mas fyan.
Aku melangkah perlahan di depan ruangan mas Fyan, tanpa suara. Aku ingin membuat kejutan untuknya. Kuperhatikan pintu tak terkunci, tapi samar samar aku mendengar suara desahan. Perlahan kubuka pintu itu, aku mengerjap pada dua sosok yang ada dihadapanku ini saling melekat dan saling pagut, desahan terdengar lirih dari bibir keduanya. Perempuan itu meski membelakangiku tapi aku hafal betul blouse nya. Mery dan Mas Fyan , apa maksudnya ini,penghianat. belum sempat aku menyingkap tabir kurasakan dunia seperti berputar, gelap dan aku pun ambruk tak sadarkan diri.
Sekarang aku sudah berada dikamarku dengan sedikit terhuyung, aku bangkit dari tempat tidurku, kuingat2 lagi kejadian tadi yang membuat aku jatuh pingsan. Dimana mas fyan, meski sedikit pusing tapi aku mencoba mencarinya, di ruang tamu kulihat mas fyan duduk sendiri dan gelisah.Dan aku tak ingin membahas semua yang telah terjadi. Aku sudah mengambil keputusan bahwa aku mesti mengakhiri semua ini.

Penulis : Emmy Rhomianty

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah berkunjung ke Toraja Update.
Silahkan tinggalkan Komentar Anda...!!!

KOMENTAR TERBARU

Subscribe

Masukkan Alamat E-mail Anda:

Delivered by Toraja Update