Sumber: http://www.seociyus.com/2013/02/kode-javascript-dan-html-sederhana-buat-di-blog.html#ixzz4FohENZc0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Follow us: @SEOCiyus on Twitter

Jumat, 27 Mei 2011

PSM Nilai Agum Biang Kegagalan Kongres PSSI

Kuasa Hukum PSM Makassar, Syahrir Cakkari, menuding Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar sebagai sumber dari kegagalan Kongres Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat pekan lalu, 20 Mei 2011.

"Dia (Agum) memimpin kongres bagaikan memimpin rapat Komite Normalisasi dan mengesampingkan suara dari peserta kongres saat itu," kata Syahrir di Kopi Zone, Makassar, Sulawesi Selatan, 23 Mei 2011.

Padahal, menurutnya, dalam sebuah organisasi mana pun, apalagi PSSI merupakan organisasi olahraga tertinggi di Indonesia, suara peserta kongres mestinya dikedepankan. "Kenapa ada lagi namanya voting tertutup. Ini memang tidak wajar," ujar Syahrir.

Bahkan dia menuding Agum Gumelar sudah mendesain sebuah kepentingan lain dan menganggap pengaruh dan kekuatan serta kepentingan terselubung Nurdin Halid di Kongres PSSI tersebut masih ada.

Karena itu, Syahrir mengusulkan agar Agum Gumelar diganti. Alasannya, Agum sudah tidak kredibel. Seolah Agum hanya menjalankan tugas bukan berdasarkan kepentingan nasional, tapi menjalankan apa yang diinginkan FIFA.

Juru bicara PSM Makassar, Nurmal Idrus, mengatakan sekarang ini Tim Juku Eja masih konsisten dan setia mendukung George Toisutta (GT) sebagai calon ketua, Arifin Panigoro (AP) sebagai wakil ketua, dan Erwin Aksa sebagai anggota Komite Eksekutif.

Bagamana pun, kata Nurmal, dari dulu PSM adalah pioner dan salah satu klub pengusung pertama pasangan GT dan AP.

"Jadi PSM masih konsisten dengan komitmen awal. Mengenai Erwin Aksa yang akan diusung jadi calon ketua PSSI, itu planning B. Kalau memang AP dan GT sudah tidak memungkinkan untuk lolos. Tapi, sampai sekarang ini PSM tetap dukung GT dan AP," katanya.

Terkait ancaman sanksi dari FIFA akibat terjadi deadlock Kongres PSSI, Syahrir Cakkari mengaku tidak ingin dan tidak mengharapkan hal itu terjadi.

Malah dia menginginkan FIFA tetap mengedepankan statuta, sebagaimana di dalamnya memperhitungkan hak pemegang hak suara PSSI.

Ilham Arief Sirajuddin menambahkan bahwa pada dasarnya PSM sampai saat ini menunggu perkembangan. "Saya berharap tidak terjadi perpecahan di Indonesia. Dan semua calon yang memenuhi syarat berdasarkan statuta FIFA diakomodir saja," kata Ketua Umum PSM itu melalui pesan singkat.

Sumber : Tempo Interaktif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah berkunjung ke Toraja Update.
Silahkan tinggalkan Komentar Anda...!!!

KOMENTAR TERBARU

Subscribe

Masukkan Alamat E-mail Anda:

Delivered by Toraja Update