Sumber: http://www.seociyus.com/2013/02/kode-javascript-dan-html-sederhana-buat-di-blog.html#ixzz4FohENZc0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Follow us: @SEOCiyus on Twitter

Jumat, 27 Mei 2011

Pemprov Bantu Pemkab Tana Toraja

Dinas Kehutanan dan Perkebunan kabupaten Tana Toraja bekerja sama dengan Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan akan melaksanakan program penghijauan menggunakan missal di beberapa wilayah yang dianggap sebagai lahan kritis. Untuk memudahkan menjangkau lokasi, proses penyebaran bibit akan menggunakan helikopter (aeroseeding).

Imsan Tukan, Kepala UPT Balai Wilayah Pengolahan Hutan Provinsi Sulsel, mengatakan program penghijauan yang akan dilaksanakan tahun ini di Tana Toraja menggunakan metode penanaman bibit pohon melalui udara. Bibit pohon tidak akan ditanam satu per satu tetapi disebar menggunakan helikopter atau aeroseeding. Alasannya, jangkauan tanam yang luas hingga didaerah yang sulit dijangkau dan tidak membutuhkan waktu lama dengan biaya yang cukup murah.
“Metode aeroseeding akan digunakan dalam kegiatan ini yang dimaksudkan Untuk memudahkan menjangkau lokasi yang sulit,” katanya.

Ditanya soal tingkat keberhasilan meotde ini, Imsam mengatakan metode seperti ini sudah pernah diujicobakan di beberapa tempat, seperti Bili-Bili dan Jeneponto. “Di kedua lokasi itu cukup berhasil, makanya kita akan terapkan di Tator juga,” jelasnya.

Dia mengatakan, khusus di Tana Toraja, metode penyebaran bibit melalui udara akan diterapkan pada lahan kritis seluas 8000 hektare yang berlokasi di kecamatan Bonggokaradeng. Setiap hektare akan disebar bibit pohon sesuai keinginan masyarakat setempat. Jenis bibit pohon yang akan disebar nantinya berupa bibit pohon pinus dan kailandra dan beberapa jenis tanaman keras lainnya.

“Pelaksanaan penghijauan melalui udara nantinya akan disesuaikan dengan musim hujan antara November-Desember mendatang,” kata dia.
Sementara itu, kepala dinas hutbun Tana Toraja, Haris Paridi mengatakan Penghijauan melalui udara bisa menjangkau lokasi yang sulit lebih cepat jika dilakukan dengan tenaga manusia. Untuk merehabilitasi lahan kritis ribuan hektare hanya membutuhkan waktu satu hari saja

2 komentar:

  1. Merda mangajun28 Mei 2011 07.12

    Sukses semoga berhasil. Satu saja saran, sedangkan yang bibitnya diliat langsung, banyak dimainkan katanya bibit 12ribu ternyata tiba dilapangan gak lebih dari 5000 bibit. Dibutuhkan itikat baik.

    BalasHapus
  2. Kepada Bapak Pejabat yang berwenang, Kampung Sumalu, Rantebua dan pantilang juga sangat membutuhkan penghijauan pak. Mohon di tinjua kesana. Terima kasih Cancerina Tanan

    BalasHapus

Terima Kasih telah berkunjung ke Toraja Update.
Silahkan tinggalkan Komentar Anda...!!!

KOMENTAR TERBARU

Subscribe

Masukkan Alamat E-mail Anda:

Delivered by Toraja Update