Sumber: http://www.seociyus.com/2013/02/kode-javascript-dan-html-sederhana-buat-di-blog.html#ixzz4FohENZc0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Follow us: @SEOCiyus on Twitter

Jumat, 28 Mei 2010

Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Dengan Gizi yang Seimbang

Menurut Spesialis gizi klinik Departemen Radioterapi RS. Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. Fiastuti Witjaksono, MS SpGK, asupan nutrisi yang tepat sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak menjadi optimal. Setiap hari anak membutuhkan asupan gizi yang bisa didapatkan dari asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Asupan kandungan nutrisi tersebut bisa kita dapatkan dari berbagai macam variasi makanan yang kita konsumsi setiap harinya. Untuk menyerap vitamin pnting seperti A, D, E dan K, kita harus mengkonsumsi lemak hingga 30% dari total energi setiap harinya.

”Masalah gizi anak sebaiknya mendapatkan perhatian khusus melihat masih sering munculnya kesalahpahaman orang tua terhadap hal ini” ujarnya.

Kurang gizi, kelebian gizi, dan salah gizi merupakan 3 masalah gizi yang ia sebutkan, dan masing-masing memiliki indikasi dan akibat yang berbeda.

Katanya, perlu komposisi seimbang antara karbohidrat (45-65%), protein (10-25%), lemak minimal 30%, dan berbagai macam vitamin lain yang wajib diberikan kepada anak untuk membantu tumbuh kembang optimal anak dan untuk mencegah 3 masalah gizi tersebut.

Menurut data Departemen Kesehatan tahun 2007, sebanyak 82% dari 4,1 juta balita yang mengalami malnutrisi, mereka mengalami kurang gizi dan 18% beresiko terkena gizi buruk.

Ia mengungkapkan, demi menciptakan pola makan yang sehat, menyenangkan dan terkontrol diperlukannya perencanaan makan yang cerdas oleh orangtua. Yang menjadi kuncinya yaitu jumlah kalori yang sesuai dengan kebutuhan, jenis makanan dengan komposisi karbohidrat, jadwal makan yang teratur, lemak seimbang, protein, di lain sisi nutrien spesifik yang terpenuhi.

Menurutnya, kekurangan gizi pada anak akan berpengaruh pada perkembangan otak, pertumbuhan fisik, perkembangan kepandaian, dan juga berpengaruh pada kematangan sosial.

Ia menyebutkan bahwa anak usia 1-3 tahun membutuhkan 1.300 kalori/hari, usia 4-6 tahun membutuhkan 1.800 kalori/hari, sedangkan umur 7-10 tahun membutuhkan 2000 kalori/hari.

”Anak harus dibiasakan makan 3x sehari dan ditambah makanan kecil untuk memenuhi kebutuhan kalori tersebut.” ungkapnya.
READ MORE - Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Dengan Gizi yang Seimbang

Kamis, 27 Mei 2010

Mencegah Kegemukan Dengan ASI





Manfaat ASI (air susu ibu) pada bayi sangat penting sehingga ASI tidak tergantikan oleh makanan lainnya. ASI terdiri dari banyak vitamin dan protein yang mudah diserap oleh tubuh, selain itu ASI juga mengandung garam yang baik untuk imunitas.

ASI tidak hanya memiliki kandungan nutrisi yang sangat lengkap untuk daya tahan tubuh, tetapi ASI juga bermanfaat pada bayi untuk mengurangi resiko terkena obesitas (kegemukan).

Dalam acara Breastfeeding Gives A Lives di Jakarta, konselor laktasi Dr. Galih Linggar Astu mengungkapkan ”Dengan memberikan ASI dapat mengurangi obesitas, karena ASI makanan setengah jadi yang mengandung enzim-enzim yang membantu pencernaan. Pada ASI, asam lemak rantai lemak tak jenuhnya juga lebih panjang, yang baik untuk pembentukkan enzim-enzim tubuh. Kemudian dalam ASI juga sudah ada enzim yang dapat mencerna lemak yaitu enzim lutein.”

Galih menjelaskan, di dalam kandungan ASI terdapat lemak tak jenuh yang tingginya 34%, sehingga ASI mempunyai asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids). Sementara itu susu formula dapat menyebabkan obesitas karena memiliki lebih banyak asam lemak tak jenuh rantai pendek, sedangkan lemak tak jenuh nya hanya 3%.

Banyak ibu yang khawatir bayinya akan kegemukan karena meminum ASI dalam jangka waktu 2 jam sekali, dibandingkan dengan bayi yang meminum susu formula yang membuat bayi lebih tahan lapar. Tetapi, Galih menjelaskan agar para ibu tidak perlu khawatir akan hal tersebut.

”Dengan minum ASI jadi mudah lapar karena ASI makanan setengah jad sehingga cepat diserap tubuh yaitu selama 2 jam, sementara kalau susu formula tahan 4-6jam karena ia mengendap dahulu, sehingga lebih tidak mudah lapar. Tapi bayi tidak akan obesitas karena didalam ASI ada anti obesitasnya.” ungkap Galih.

”Bagaimana pun kita berusaha meniru, susu formula tetapi tidak bisa menggantikan ASI,” kata Galih.
READ MORE - Mencegah Kegemukan Dengan ASI

Rabu, 26 Mei 2010

Buah yang Melangsingkan? Pisang Buah Untuk Diet

Diet bukanlah alasan yang tepat untuk menghindari makanan-makanan yang mengandung karbohidrat. Karbohidrat berperan sangat penting untuk memenuhi sumber energi tubuh. Dalam jangka waktu satu hari, 50% asupan karbohidrat yang diperlukan oleh tubuh.

Karbohidrat kompleks merupakan jenis karbohidrat yang cocok untuk mereka yang sedang menjalani diet, karna akan terserap oleh tubuh lebih perlahan sehingga tidak mudah lapar. Salah satu contohnya adalah nasi merah dan produk olahan tepung gandum yang tidak dimurnikan (whole wheat).

Salah satu kelompok karbohidrat yang disarankan adalah pisang. Pisang mempunyai kandungan sari pati (resistant starch) yang membuat tubuh kenyang dalam jangka waktu lebih lama dan dapat mempercepat proses metabolisme tubuh. Oleh karena itu, buah pisang ini sangat cocok untuk menjadi pengganti camilan.

Pisang memiliki kadar lemak yang rendah. Dalam sepotong pisang berukuran sedang mengandung 12,5 gram saripati dan jauh lebih banyak dibanding makanan lain.

Keunggulan lain dari buah pisang adalah kandungan vitamin A, C, dan B. Selain itu, buah pisang ini juga mengandung kalium yang merupakan salah satu mineral yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Pisang juga mempunyai kandungan mineral lain yaitu magnesium.
READ MORE - Buah yang Melangsingkan? Pisang Buah Untuk Diet

Selasa, 25 Mei 2010

4 Teknik Penunda Ejakulasi

Ejakulasi dini atau "junior" yang terlalu cepat "selesai" menempati urutan kedua setelah disfungsi ereksi sebagai gangguan seksual yang paling sering dialami pria. Masalah seksual ini juga mencemaskan para pria karena takut dibilang tidak perkasa.

Seorang pria disebut mengalami ejakulasi dini (ED) bila ia sudah ejakulasi kurang dari dua menit. Menurut dr.Andi Riyanto, Sp.RM, dari RS. Pantiwilasa Citarum, Semarang, pada kondisi normal, seseorang biasanya mampu ejakulasi dan penetrasi selama 5-10 menit.

Ejakulasi dini dibagi menjadi dua jenis, primer dan sekunder. "ED primer terjadi bila sejak awal ia berhubungan seks tidak dapat mengontrol ejakulasinya," katanya. Sedangkan ED sekunder terjadi bila dulunya orang tersebut bisa mengontrol ejakulasi tapi beberapa waktu terakhir ini tidak dapat mengontrolnya karena suatu sebab.


Salah satu cara yang efektif untuk mengatasi ejakulasi dini adalah dengan melakukan terapi seks. "Ini merupakan latihan untuk mengontrol ejakulasi yang dilakukan dengan bantuan istri," paparnya.


Pada dasarnya, terapi seks melibatkan dua teknik, yaitu teknik start and stop, serta teknik squeeze (penekanan), yakni istri menekan bagian pangkal atau ujung penis pada saat suami merasa akan ejakulasi.


Ada beberapa langkah yang bisa dipilih pasangan untuk melakukan terapi seks.

1. Suami berbaring telentang dan istri melakukan masturbasi dengan tangan. Saat suami akan ejakulasi, istri menekan penis (di bagian pangkal atau ujung) untuk menghambat ejakulasi selama 5-10 detik atau sampai rasa ingin ejakulasi reda.

2. Dengan posisi wanita di atas, suami melakukan penetrasi ke vagina. Namun suami tidak boleh melakukan gerakan apa pun. Bila merasa akan ejakulasi, segera cabut penis keluar dan istri melakukan penekanan pada penis. Lakukan beberapa kali.

3. Sama seperti langkah dua, namun suami boleh melakukan sedikit gerakan. Bila akan ejakulasi, segera cabut penis keluar dan istri melakukan penekanan untuk mempertahankan ereksi.

4. Bila suami sudah mulai bisa mengontrol ejakulasi, pasutri bisa melakukan hubungan seksual dengan posisi menyamping (depan atau belakang). Begitu suami merasa akan ejakulasi, coba untuk berhenti dan istri melakukan teknik penekanan. Lalu diulangi lagi.

Menurut dr.Andi, terapi seks harus dilakukan berulang-ulang, minimal selama enam bulan. Terapi ini juga membutuhkan komitmen dari dua belah pihak. "Keengganan dan malas latihan merupakan faktor penyebab kegagalan terapi ini," paparnya.

Untuk menunjang terapi seks, penderita ED disarankan untuk melakukan senam kegel untuk menguatkan otot-otot panggul. Caranya adalah dengan mengontraksikan otot-otot panggul, seperti saat ingin menahan pipis. Lakukan minimal 10 kali setiap hari, secara otomatis Anda akan terbiasa untuk menunda ejakulasi.
READ MORE - 4 Teknik Penunda Ejakulasi
KOMENTAR TERBARU

Subscribe

Masukkan Alamat E-mail Anda:

Delivered by Toraja Update